URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jurnal ilmiah UIN Salatiga, Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), meraih penghargaan Diktis Award 2026 di Jakarta, Sabtu (27/6), setelah berhasil mempertahankan predikat Scopus Q1 selama delapan tahun berturut-turut. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Nasaruddin Umar sebagai bukti pengakuan global terhadap mutu akademik perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Mbak Google

KABAR RASIKA

IJIMS UIN Salatiga Raih Apresiasi Tertinggi Menag di Diktis Award 2026

IJIMS UIN Salatiga Raih Apresiasi Tertinggi Menag di Diktis Award 2026

IJIMS UIN Salatiga Raih Apresiasi Tertinggi Menag di Diktis Award 2026

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), jurnal ilmiah milik UIN Salatiga, menorehkan sejarah baru dengan mempertahankan predikat kelas dunia Scopus Q1 selama hampir satu dekade. Atas konsistensi langka ini, IJIMS dianugerahi penghargaan prestisius dalam ajang Diktis Award 2026 yang berlangsung di Hotel The Grand Platinum, Jakarta, Sabtu (27.6.2026).

​Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, memberikan sapaan hormat dan pengakuan langsung atas capaian luar biasa tersebut. Menurutnya, track record IJIMS merupakan bukti konkret daya saing internasional yang dimiliki PTKIN.

​”Mempertahankan posisi Q1 selama delapan tahun berturut-turut adalah pencapaian yang luar biasa dan menjadi bukti bahwa mutu akademik kita diakui secara global. IJIMS UIN Salatiga telah menjadi etalase keunggulan intelektual Islam Indonesia di panggung internasional. Saya berharap prestasi ini menular ke kampus-kampus lain sebagai bentuk kontribusi nyata kita terhadap peradaban ilmu pengetahuan,” tegas Menag Nasaruddin Umar melalui siaran pers.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy menyampaikan bahwa rekognisi ini merefleksikan kedisiplinan seluruh elemen kampus dalam menjaga marwah akademik di level global.

​”Selamat kepada IJIMS atas keberhasilannya mempertahankan predikat sebagai jurnal Scopus Q1 selama delapan tahun berturut-turut. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi dalam menjaga mutu publikasi ilmiah, integritas proses editorial, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan kajian Islam dan masyarakat Muslim di tingkat global. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras tim editor, mitra bestari, penulis, dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi pengelola jurnal ilmiah lainnya untuk terus meningkatkan kualitas, memperluas kolaborasi internasional, serta menghasilkan karya-karya akademik yang berdampak luas bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat,” papar Zakiyuddin.

​Keberhasilan manajemen IJIMS dalam menjaga ekosistem riset yang sehat ini juga dipertegas oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag. Ia menilai tata kelola IJIMS layak menjadi cetak biru bagi jurnal ilmiah lain di Indonesia.

​”Kami di Ditjen Pendis sangat bangga atas bertahannya IJIMS di peringkat Scopus Q1. Ini bukan sekadar angka atau predikat, melainkan cerminan dari tata kelola jurnal yang sehat dan kepatuhan yang tinggi terhadap standar etik publikasi global. UIN Salatiga telah membuktikan bahwa dengan komitmen dan manajemen yang kuat, jurnal PTKIN bisa memimpin di tingkat dunia,” pungkas Prof. Amin Suyitno.

BACA JUGA :

Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved