URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi

Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi

Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi

Bunda PAUD Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha ikut menari "Dance Toca-Toca" bersama anak-anak PAUD dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (23/7/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menunjukkan tren penurunan sepanjang semester pertama 2026. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan perlindungan terhadap anak, terutama anak berkebutuhan khusus atau anak inklusi, tetap menjadi perhatian serius.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono, mengatakan berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat dalam tiga tahun terakhir sebelum akhirnya menurun pada 2026. Pada 2023 tercatat 107 kasus, meningkat menjadi 126 kasus pada 2024, kemudian kembali naik menjadi 142 kasus pada 2025. Dari jumlah itu, korban masih didominasi oleh anak-anak.

“Kalau melihat trennya, tahun 2023, 2024, dan 2025 memang meningkat. Tapi di semester pertama tahun 2026 alhamdulillah jumlahnya menurun menjadi 35 kasus,” ujar Dewanto usai peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (23/7/2026).

Ia mengungkapkan, salah satu kasus yang saat ini tengah ditangani merupakan dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak penyandang disabilitas. Kasus tersebut kini masih dalam proses pendampingan oleh DP3AKB bersama aparat kepolisian.

“Ada laporan terkait anak disabilitas yang menjadi korban kekerasan seksual. Saat ini sedang kami dampingi dan diproses oleh kepolisian,” katanya.

Menurut Dewanto, anak penyandang disabilitas maupun anak berkebutuhan khusus memiliki kerentanan lebih tinggi sehingga membutuhkan perlindungan bersama dari seluruh elemen masyarakat. Karena itu, peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Semarang mengusung tema berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya dengan mengajak anak-anak reguler bermain bersama anak inklusi.

“Kami ingin menghapus sekat dan stigma terhadap anak berkebutuhan khusus sekaligus meminimalkan praktik perundungan. Semua anak memiliki hak yang sama, termasuk anak inklusi. Harapannya mereka bisa bergaul, bermain, dan berbahagia bersama teman-temannya tanpa ada pembeda,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegaskan perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Selain mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pendidikan karakter anak dan pencegahan bullying, Pemkab Semarang juga menyiapkan dukungan khusus bagi anak inklusi.

“Tahun 2027 kami berencana memberikan beasiswa kepada sekitar 1.682 anak inklusi mulai jenjang TK, SD, MI, SMP hingga MTs. Masing-masing anak direncanakan menerima bantuan sebesar Rp500 ribu,” ungkapnya.

Selain bantuan pendidikan, Pemkab Semarang juga akan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif melalui penguatan kompetensi guru dan perbaikan sarana prasarana sekolah secara bertahap agar seluruh anak dapat memperoleh layanan pendidikan yang setara.

“Sekarang ‘kan anak-anak inklusi campur dengan anak-anak yang lainnya. Tidak boleh disendirikan. Maka, secara bertahap juga kaitanya infrastruktur, ini juga menjadi prioritas pemerintah daerah, secara bertahap kita benahi agar sekolah menjadi ramah difabel,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved