URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master

Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master

Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master

Pecatur saat bertarung dalam Tingkir Cup 1 Non Master (Foto dok IST)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Strategi, ketelitian, serta kemampuan membaca langkah lawan menjadi kunci utama dalam Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master yang digelar di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026).

Turnamen yang diikuti puluhan pecatur dari berbagai daerah tersebut menjadi ajang bagi para penghobi catur untuk mengasah kemampuan sekaligus mempererat komunitas pecatur di Jawa Tengah.

Ketua Panitia Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I, Muh Lison, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki hobi olahraga catur.

“Tujuan pertama yaitu dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Kedua, untuk menampung aspirasi masyarakat yang hobi catur, khususnya di Kota Salatiga, agar bisa berkumpul dan bermain catur. Ini merupakan olahraga berpikir sekaligus hiburan,” ujar Muh Lison

Ia menjelaskan, turnamen tersebut juga menjadi upaya untuk mengembangkan bakat pecatur muda, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.

“Kami berharap anak-anak mulai dari SD dan SMP bisa berkembang, sehingga catur di Salatiga nantinya mampu melambung hingga tingkat nasional,” katanya.

Dalam pelaksanaan perdana ini, panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 80 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Salatiga, tetapi juga dari sejumlah daerah seperti Solo, Magelang, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang.

“Antusias peserta sebenarnya sangat tinggi. Banyak yang menghubungi panitia ingin ikut, bahkan jumlah peminat mencapai sekitar 150 orang. Namun karena ini pertama kali digelar, keterbatasan waktu dan panitia membuat kami membatasi peserta,” jelasnya.

Menurut Muh Lison, kategori yang dipertandingkan masih bersifat umum dengan peserta dari berbagai usia.

“Peserta kami campur, ada anak-anak hingga orang dewasa. Ke depan, untuk penyelenggaraan berikutnya akan kami kelola lebih baik dan lebih sempurna,” ucapnya.

Ia berharap Turnamen Catur Taman Tingkir Cup dapat berkembang menjadi agenda yang lebih besar dan dikenal luas.

“Harapan kami, Taman Tingkir bisa dikenal tidak hanya oleh masyarakat Kota Salatiga, tetapi juga Jawa Tengah hingga seluruh Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Salatiga Muthoin mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menyambut rangkaian Hari Jadi Kota Salatiga.

“Atas nama Pemerintah Kota Salatiga, kami mengucapkan terima kasih. Ini adalah bentuk partisipasi masyarakat pecinta olahraga catur dalam menyongsong rangkaian Hari Jadi Kota Salatiga,” kata Muthoin.

Menurutnya, olahraga catur memiliki banyak manfaat, terutama dalam membentuk kemampuan berpikir dan menjadi salah satu cabang olahraga yang telah diakui secara nasional maupun internasional.

“Melalui kegiatan seperti ini kita bisa mencari dan mewadahi generasi-generasi baru. Selain sebagai prestasi, kegiatan ini juga meningkatkan komunikasi dan hubungan antarpeserta,” ujarnya.

Muthoin berharap turnamen tersebut dapat menjadi awal perkembangan olahraga catur di Salatiga. Ia bahkan berharap ke depan kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi ajang bergengsi seperti Piala Wali Kota Salatiga.

“Harapan kami, kegiatan yang awalnya merupakan ide dan spontanitas kelompok masyarakat ini bisa berkembang menjadi event yang lebih besar. Anak-anak yang memiliki bakat catur dapat menjadikannya sebagai jalur prestasi, baik untuk pendidikan maupun menuju tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.

Salah satu peserta, Sentot, mengaku mengikuti turnamen tersebut karena kecintaannya terhadap olahraga catur sekaligus ingin ikut mendorong perkembangan catur di Kota Salatiga.

“Motivasi pertama karena hobi, kemudian ingin memajukan olahraga catur di Kota Salatiga,” ujarnya.

Ia mengaku melakukan berbagai persiapan sebelum mengikuti pertandingan, mulai dari latihan hingga berdiskusi dengan komunitas catur.

“Kami latihan dan berkomunikasi dengan para pelatih serta komunitas agar harapan untuk meraih hasil terbaik bisa tercapai,” katanya.

Sentot berharap Turnamen Catur Taman Tingkir Cup dapat menjadi agenda rutin dan berkembang hingga tingkat provinsi maupun nasional.

“Semoga ini menjadi bibit awal, sehingga ke depan kegiatan seperti ini menjadi rutinitas di Kota Salatiga dan tingkatannya terus meningkat,” pungkasnya.

Panitia serahkan hadiah

BACA JUGA :

Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Ribuan warga memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Sabtu (18/7/2026). Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas panen raya yang melimpah sekaligus melestarikan budaya Jawa. Tradisi tahunan bertema Ketahanan Pangan itu diakhiri dengan perebutan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dan diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata budaya
Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026
Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta