BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut harian dan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Semarang–Demak yang berlaku mulai 22 hingga 24 Juni 2026. Data menunjukkan kondisi laut masih relatif kondusif untuk aktivitas maritim, namun masyarakat pesisir tetap perlu memperhatikan periode pasang maksimum yang terjadi pada siang hari.
Kondisi Maritim Terkini
Prakiraan cuaca maritim di Perairan Semarang–Demak pada Senin (22/6/2026) didominasi kondisi cerah berawan sejak pagi hingga malam hari. Memasuki pukul 22.00 WIB hingga dini hari berikutnya, cuaca diprakirakan berubah menjadi hujan ringan.
Suhu udara berkisar antara 26–28 derajat Celsius dengan kelembapan udara 76–85 persen. Angin bertiup dengan kecepatan 4–8 knot dan hembusan maksimum mencapai 17 knot.
Tinggi gelombang laut berada pada kisaran 0,5–1,25 meter. Sementara itu, arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,67–0,95 knot dengan arah dominan ke sektor barat hingga barat daya. Suhu permukaan laut tercatat sekitar 30 derajat Celsius.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas pelayaran lokal dan nelayan masih dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan perubahan cuaca menjelang malam.
Prakiraan Pasang Surut Harian
Berdasarkan grafik pasang surut harian Semarang, tinggi muka air laut berada pada kisaran 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB dan meningkat secara bertahap menjadi 0,6 meter pada pukul 05.00–06.00 WIB.
Kenaikan muka air laut terus terjadi sepanjang pagi hingga siang hari. Tinggi air mencapai 0,8 meter pada pukul 10.00–11.00 WIB dan meningkat menjadi 0,9 meter pada pukul 12.00–13.00 WIB.
Pasang maksimum diprakirakan terjadi pada pukul 14.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 1 meter. Nilai tersebut berada sekitar 0,4 meter di atas Mean Sea Level (MSL) yang tercatat pada level 0,6 meter.
Setelah mencapai puncak, muka air laut mulai menurun menjadi 0,9 meter pada pukul 15.00–16.00 WIB, kemudian turun menjadi 0,8 meter pada pukul 17.00 WIB dan 0,7 meter pada pukul 18.00 WIB.
Surut terendah diprakirakan terjadi pada pukul 22.00–24.00 WIB dengan tinggi muka air laut sekitar 0,2 meter. Dengan demikian, rentang pasang surut harian mencapai sekitar 0,8 meter, menunjukkan fluktuasi muka air laut yang cukup signifikan dalam satu hari.
Prakiraan Cuaca Maritim
Untuk Selasa (23/6/2026), cuaca di Perairan Semarang–Demak diprakirakan hujan ringan dengan suhu udara 26–29 derajat Celsius dan kelembapan sekitar 79 persen. Angin bertiup 7–9 knot dengan hembusan hingga 20 knot. Kecepatan arus laut berkisar 0,70–1,04 knot, sedangkan tinggi gelombang tetap berada pada kisaran 0,5–1,25 meter.
Sementara pada Rabu (24/6/2026), cuaca masih berpotensi hujan ringan dengan suhu udara 26–29 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 81 persen. Angin bertiup 8–9 knot dengan gust hingga 21 knot. Kecepatan arus laut berkisar 0,68–1,03 knot dan tinggi gelombang diprakirakan tetap berada pada rentang 0,5–1,25 meter.
Kombinasi pasang maksimum siang hari dan potensi hujan ringan pada malam hingga beberapa hari berikutnya perlu diperhatikan oleh masyarakat pesisir, terutama di kawasan yang rentan terhadap genangan air laut.
Imbauan
Masyarakat pesisir Semarang, Demak, dan wilayah pantai utara Jawa Tengah disarankan memantau pembaruan informasi cuaca maritim serta pasang surut yang diterbitkan BMKG. Periode pasang maksimum pada pukul 14.00 WIB perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator pelabuhan, pelaku usaha tambak, dan warga di kawasan pesisir yang memiliki riwayat terdampak rob.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Senin, 22 Juni 2026 pic.twitter.com/EWvnPLzbQq
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 21, 2026



