Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi cuaca maritim di perairan Semarang–Demak dan Laut Jawa bagian selatan masih relatif aman pada Kamis, 28 Mei 2026. Meski demikian, masyarakat pesisir diminta tetap mewaspadai kenaikan muka air laut yang mencapai puncak pada siang hingga sore hari.
Kondisi Maritim Terkini
Prakiraan cuaca maritim menunjukkan kondisi perairan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal sejak pagi hingga malam hari. Hujan ringan diprakirakan terjadi pada sekitar pukul 16.00 WIB sebelum cuaca kembali berawan pada malam hari hingga dini hari.
Suhu udara berkisar antara 26–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 73–87 persen. Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 3–10 knot, sementara kecepatan maksimum atau gust mencapai 19 knot pada pagi dan dini hari.
Kondisi gelombang laut di perairan Semarang–Demak tergolong rendah, yakni berkisar 0,1–0,5 meter. Arus laut bergerak dengan kecepatan antara 0,67–1,16 knot, sedangkan arah arus dominan menuju barat daya (SW) untuk periode 29 Mei dan berubah ke arah selatan pada 30 Mei 2026. Suhu permukaan laut diperkirakan berada di kisaran 31 derajat Celsius.
Prakiraan Pasang Surut Harian
Berdasarkan prakiraan pasang surut harian BMKG Maritim Semarang, tinggi muka air laut terendah terjadi pada pukul 01.00–02.00 WIB dengan ketinggian sekitar 0,3 meter. Setelah itu, muka air laut meningkat bertahap menjadi 0,6 meter pada pagi hari dan stabil di kisaran 0,7 meter sejak pukul 06.00 WIB hingga menjelang siang.
Kenaikan kembali terjadi mulai pukul 14.00 WIB ketika tinggi muka air laut mencapai 0,8 meter. Kondisi pasang maksimum tersebut berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, dengan ketinggian sekitar 0,2 meter di atas Mean Sea Level (MSL) 0,6 meter.
Memasuki malam hari, permukaan laut mulai surut secara bertahap menjadi 0,7 meter pada pukul 18.00–19.00 WIB, kemudian turun menjadi 0,5 meter pada pukul 21.00 WIB dan mencapai 0,3 meter menjelang tengah malam.
Pola pasang tersebut menunjukkan kenaikan muka air laut berlangsung stabil sejak pagi hingga sore sebelum memasuki fase surut pada malam hari.
Potensi Dampak dan Imbauan
Pasang maksimum pada sore hari berpotensi meningkatkan genangan rob di sejumlah kawasan pesisir rendah di Semarang, Demak, serta wilayah pantai utara Jawa Tengah lainnya. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas bongkar muat pelabuhan, akses jalan pesisir, tambak, dan permukiman yang berada dekat garis pantai.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna jasa transportasi laut untuk terus memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim dan pasang surut laut. Pemantauan kondisi perairan secara berkala dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan tinggi muka air laut dan cuaca lokal di wilayah Laut Jawa.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Kamis, 28 Mei 2026 pic.twitter.com/FpfwdGY8Rk
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) May 27, 2026
