BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi maritim di Perairan Semarang–Demak dan pesisir utara Jawa Tengah pada Senin, 1 Juni 2026, didominasi cuaca berawan tebal dengan kondisi laut yang relatif aman untuk aktivitas pelayaran lokal. Namun demikian, masyarakat pesisir tetap diminta mewaspadai potensi dampak pasang laut maksimum yang terjadi pada siang hari.
Berdasarkan prakiraan pasang surut harian Semarang, tinggi muka air laut pada dini hari berada di kisaran 0,3 meter. Ketinggian air laut kemudian meningkat secara bertahap menjadi 0,5 meter pada pukul 04.00 WIB dan mencapai 0,8 meter pada pukul 07.00–08.00 WIB.
Pasang maksimum diprakirakan berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9 meter. Nilai tersebut berada 0,3 meter di atas Mean Sea Level (MSL) yang tercatat sebesar 0,6 meter. Setelah periode puncak pasang berakhir, muka air laut mulai menurun secara bertahap menjadi 0,8 meter pada pukul 14.00–15.00 WIB dan terus turun hingga mencapai surut terendah sekitar 0,3 meter pada pukul 21.00–24.00 WIB.
Pola kenaikan muka air laut yang berlangsung sejak dini hari hingga siang hari berpotensi meningkatkan genangan di sejumlah kawasan pesisir rendah, terutama wilayah pesisir Kota Semarang, Kabupaten Demak, kawasan tambak, pelabuhan, dan akses jalan yang selama ini rentan terdampak rob saat pasang maksimum terjadi.
Dari sisi cuaca maritim, kondisi perairan Semarang–Demak diprakirakan didominasi berawan tebal sepanjang hari. Suhu udara berkisar antara 27 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 63–78 persen. Suhu permukaan laut tercatat sekitar 31 derajat Celsius.
Angin bertiup dengan kecepatan 4–11 knot, sementara kecepatan hembusan maksimum (gust) mencapai 19 knot. Arus laut bergerak dominan ke arah barat daya (SW) dengan kecepatan berkisar 0,73–1,05 knot.
Gelombang laut di Perairan Semarang–Demak umumnya berada pada kisaran 0,1–0,5 meter. Namun mulai memasuki awal Juni, tinggi gelombang di sejumlah perairan Laut Jawa berpotensi meningkat menjadi 0,5–1,25 meter. Kondisi ini masih tergolong rendah hingga sedang, tetapi perlu diperhatikan oleh nelayan dan operator kapal berukuran kecil.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, pelaku usaha perikanan, serta pengguna transportasi laut untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim dan pasang surut laut. Informasi tersebut penting sebagai langkah antisipasi terhadap potensi genangan rob, perubahan kondisi perairan, maupun gangguan aktivitas di kawasan pesisir Semarang dan sekitarnya.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Senin, 01 Juni 2026 pic.twitter.com/35mB8atDZL
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) May 31, 2026
