URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput

Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput

Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput

Petugas melakukan pengecekan di lokasi hotspot yang sempat terdeteksi satelit NASA di kawasan lahan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Jumat (31/7/2026). Foto: Humas Polres Semarang
Petugas melakukan pengecekan di lokasi hotspot yang sempat terdeteksi satelit NASA di kawasan lahan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Jumat (31/7/2026). Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Laporan kemunculan titik panas (hotspot) di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, langsung ditindaklanjuti jajaran Polres Semarang. Hasil pengecekan di lapangan memastikan tidak terjadi kebakaran hutan maupun lahan seperti yang dikhawatirkan.

Informasi awal terdapat hotspot yang terpantau melalui aplikasi SIPONGI berdasarkan pemantauan satelit NASA-MODIS. Verifikasi lapangan dilakukan oleh personel Satreskrim di kawasan Watu Gajah untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya kebakaran hutan maupun lahan. Titik panas yang terekam sistem ternyata berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan milik warga yang sedang dipersiapkan untuk musim tanam berikutnya.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana menjelaskan, saat tim tiba di lokasi, api telah padam sepenuhnya sehingga tidak ditemukan lagi titik api maupun potensi kebakaran yang dapat merambat ke kawasan sekitar.

“Kami melakukan pengecekan langsung terhadap setiap informasi hotspot yang muncul pada sistem. Dari hasil verifikasi di lapangan, sumber titik panas berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga. Saat petugas datang, kondisi sudah aman dan tidak ada lagi api yang berpotensi memicu kebakaran,” ujarnya dalam keterangan tertulis (1/8/2026).

Bodia menegaskan, verifikasi lapangan merupakan prosedur yang terus dilakukan Polres Semarang sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Respons cepat terhadap setiap laporan titik panas dinilai penting agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.

“Kami juga memastikan informasi yang diterima melalui sistem pemantauan sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa situasi tetap aman dan terkendali,” sambungnya.

Polres Semarang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat cuaca kering.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Jika mengetahui adanya titik api atau dugaan kebakaran, segera laporkan kepada kepolisian maupun instansi terkait agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga