Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi pasang laut di wilayah Semarang dan pesisir utara Jawa Tengah masih berada pada kategori cukup tinggi pada Kamis, 14 Mei 2026.
Berdasarkan data prakiraan pasang surut harian, tinggi muka air laut pada dini hari berada di kisaran 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB. Ketinggian air laut kemudian meningkat secara bertahap menjadi 0,5 meter pada pagi hari dan mencapai 0,6 meter sejak pukul 05.00 WIB hingga menjelang siang.
Memasuki siang hingga sore hari, kenaikan muka air laut terus terjadi. Tinggi muka air mencapai 0,7 meter pada pukul 12.00–13.00 WIB, kemudian meningkat menjadi 0,8 meter pada pukul 14.00–15.00 WIB. Puncak pasang maksimum diprakirakan terjadi pada pukul 16.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9 meter.
Setelah periode pasang maksimum, muka air laut diperkirakan berangsur turun menjadi 0,8 meter pada pukul 17.00–18.00 WIB dan terus menurun hingga kembali ke kisaran 0,3 meter menjelang tengah malam. BMKG juga mencatat Mean Sea Level (MSL) atau rata-rata muka laut berada pada kisaran 0,6 meter.
Pola kenaikan muka air laut yang berlangsung bertahap sejak pagi hingga sore berpotensi memengaruhi kawasan pesisir rendah di Semarang dan sekitarnya, terutama wilayah Semarang Utara, pelabuhan, kawasan tambak, permukiman pesisir, serta akses jalan yang terhubung langsung dengan Laut Jawa.
Selain prakiraan pasang surut, BMKG turut merilis kondisi cuaca maritim Perairan Semarang–Demak untuk periode 13–15 Mei 2026. Cuaca diprakirakan didominasi cerah berawan hingga berawan tebal, dengan potensi hujan ringan pada dini hari dan malam hari.
Suhu udara di wilayah perairan berkisar 26–31 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 73–84 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 2–10 knot dan hembusan maksimum mencapai 19 knot.
BMKG juga memprakirakan arus laut bergerak menuju selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 0,63–1,19 knot. Sementara tinggi gelombang laut di perairan utara Jawa Tengah diperkirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah hingga sedang.
Kondisi tersebut masih relatif aman bagi aktivitas pelayaran lokal dan nelayan tradisional. Meski demikian, masyarakat pesisir diminta tetap memperhatikan perkembangan cuaca maritim dan potensi rob saat periode pasang maksimum sore hari yang dapat memengaruhi aktivitas di kawasan pesisir Semarang dan sekitarnya.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Kamis, 14 Mei 2026 pic.twitter.com/aPTt3lA9Zk
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) May 13, 2026
