RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

2.723 Orang Ikuti Seleksi PPS di Kabupaten Semarang, 1.880 Dinyatakan Lolos Administrasi

2.723 Orang Ikuti Seleksi PPS di Kabupaten Semarang, 1.880 Dinyatakan Lolos Administrasi

2.723 Orang Ikuti Seleksi PPS di Kabupaten Semarang, 1.880 Dinyatakan Lolos Administrasi

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menggelar seleksi tertulis anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk persiapan Pemilu 2024 di 10 lokasi sekolah. Ke-sepuluh titik itu terdiri dari 8 SMA, 1 SMK dan 1 MTs.

Menurut penuturan Kasubbag Hukum dan SDM Sekretariat KPU Kabupaten Semarang Ani Arifiani Umar, alasan dipilihnya sekolah sebagai lokasi tes agar calon peserta PPS tidak mengalami kendala untuk datang mengikuti seleksi tertulis.

“Sehingga mereka tidak kesulitan untuk mengakses, sebab sekolah lebih gampang dijangkau,” ungkapnya saat ditemui di sela seleksi tertulis anggota PPS di SMA Negeri 1 Bergas, Rabu (11/1/2023).

Dijelaskan Ani, total pelamar anggota PPS di Kabupaten Semarang mencapai 2.723 orang. Dari jumlah tersebut, yang dinyatakan lolos seleksi administrasi sebanyak 1.880 orang.

“Tes tertulis calon PPS kita pakai metode Computer Assisted Test (CAT). Setiap gelombang calon anggota PPS masing-masing diberikan waktunya 90 menit. Tadi sempat ada sedikit kendala teknis, tapi bisa diatasi,” ujarnya.

Tahapan berikutnya, lanjut Ani, adalah tes wawancara. Untuk tahap wawancara ini, yang dibutuhkan adalah 3 kali jumlah PPS yang dibutuhkan di tiap desa/kelurahan. Artinya, akan ada 9 orang yang nantinya yang akan diwawancara untuk masing-masing desa/kelurahan.

“Setelah ada 9 peserta calon anggota PPS tes wawancara, kemudian diranking satu sampai enam peserta. Tiga peserta terbaik kemudian ditetapkan dan dilantik sebagai anggota PPS dan tiga di bawahnya sebagai Pengganti antar waktu (PAW),” terangnya.

Terkait tugas anggota PPS, sambung Ani, yang pertama adalah membentuk sekretariat untuk mendukung PPS di setiap kelurahan. Bahkan, anggota PPS pada 26 Januari 2023 besok sudah mulai tahapan pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih), dimana setiap tempat pemungutan suara (TPS) satu Pantarlih.

“Masa kerja PPS tidak berbeda dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yakni selama 15 bulan. Terhitung setelah dilantik pada 24 Januari 2023 dan berakhir 2 bulan setelah tahapan Pemilu 2024,” imbuhnya.

Ani menambahkan, pihaknya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan saran dan masukan atas calon anggota PPS yang dinyatakan lolos sebelum dilantik.

“Silakan sampaikan masukan ke kami maksimal tanggal 20 Januari 2023. Barangkali ada catatan khusus misal ternyata calon PPS merupakan anggota partai politik tertentu dan sebagainya,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran