KAWAN PEMANDU JALAN

Day: Februari 27, 2021

Resmi Jadi Bupati Semarang, Ngesti Bersiap Aktifkan Program "Ngopi Bareng"
Ngesti Nugraha dan Basari, Bupati-Wakil Bupati Semarang terpilih. Foto/IST https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/27-14-2.mp3 RASIKAFM – Bupati-Wakil Bupati Semarang terpilih Ngesti Nugraha-Basari...
Usai Dilantik, Bupati Kendal Buka Kanal Pengaduan Warga
Foto/IST https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/27-14-1.mp3 RASIKAFM – Bupati Kendal, Dico Ganinduto mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kendal, baik yang menggunakan...
Nilai Investasi Rp26,6 Triliun, Proyek Jalan Tol Solo-Jogja-YIA Dikebut
Petugas sedang membuat peta pengukuran area terdampak pembangunan jalan tol di Kadirejo II Purwomartani. – Foto:/IST https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/27-17-1.mp3 RASIKAFM – Meski...
BMKG Prediksi Musim Hujan Terjadi Lebih Panjang, Prakiraan Sampai Maret
Ilustrasi https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2021/02/27-19-1.mp3 RASIKAFM – Cuaca ekstrem masih malanda wilayah Provinsi Jawa Tengah. BMKG memprediksi puncak musim hujan akan mundur dan tidak...

POPULER

PT Jasamarga Semarang–Batang memastikan penyesuaian tarif Tol Semarang–Batang akan segera diberlakukan setelah sosialisasi selesai. Kebijakan ini melibatkan JSB dan pemangku kepentingan, berlaku di ruas Semarang–Batang pada 2026, dilakukan karena penambahan investasi, serta diterapkan melalui evaluasi BPKP dengan komitmen peningkatan layanan dan standar pelayanan minimal jalan tol.
Penyesuaian Tarif Tol Semarang–Batang 2026, Ini Penjelasan Resmi Jasamarga Semarang–Batang
Sebuah kontainer bermuatan 25 ton partikel kayu tumpah di Jalan Soekarno-Hatta, Bawen, Kabupaten Semarang. Peristiwa ini dialami truk kontainer tujuan Pelabuhan Tanjung Emas pada Selasa, 20 Januari 2026. Insiden terjadi akibat pintu kontainer terbuka mendadak, menyebabkan lalu lintas tersendat dan ditangani dengan sistem contra flow.
Pintu Kontainer Terbuka, 25 Ton Partikel Kayu Berceceran di Ruas Jalan Soekarno-Hatta Bawen, Lalin Tersendat
Kasus penelantaran bayi lima hari terungkap setelah Polres Salatiga mengamankan sepasang mahasiswa pelaku. Peristiwa itu terjadi di Panti Asuhan Salib Putih, Kota Salatiga, Januari 2026, dipicu rasa takut dan malu. Polisi mengungkap kasus melalui laporan warga, penyelidikan, dan pendekatan restorative justice.
Duo Mahasiswa di Salatiga Terlibat Cinta, Sampai Punya Bayi Terus Lari

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved