KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Penjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang Kambing di Ungaran Mengeluh Sepi Pembeli

Penjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang Kambing di Ungaran Mengeluh Sepi Pembeli

Penjualan Hewan Kurban Lesu, Pedagang Kambing di Ungaran Mengeluh Sepi Pembeli

Situasi lapak kambing musiman di kawasan Jalan Ahmad Yani, Sidomulyo, Ungaran Timur yang tidak seramai tahun lalu pada H-2 Iduladha, Senin (25/5/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menjelang Hari Raya Iduladha, suasana lapak penjualan kambing kurban musiman kawasan Jalan Ahmad Yani, Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang justru tampak lengang. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang, salah satunya Didit, penjual kambing asal Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat.

Didit mengaku sudah sekitar 10 tahun berjualan kambing kurban di lokasi tersebut. Namun, tahun ini menjadi salah satu musim penjualan yang paling sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau jualan di sini sudah 10 tahunan. Tapi kalau mulai menempati lapak tahun ini baru tiga hari,” ujarnya saat ditemui di lokasi penjualan, Senin (25/5/2026).

Pada musim kurban tahun ini, Didit hanya membawa sekitar 60 ekor kambing. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 130 ekor dan seluruhnya habis terjual.

“Sekarang saya cuma bawa 60 ekor karena melihat situasinya memang sepi banget,” katanya.

Hingga H-2 Iduladha ini, ia mengaku baru bisa menjual 21 ekor kambing. Harga kambing yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas.

“Kambing terbesar saya jual Rp 6 juta, yang paling kecil sekitar Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Menurut Didit, kambing yang dijual mayoritas berasal dari wilayah Nyatnyono dan sekitar Kabupaten Semarang. Namun lesunya daya beli masyarakat membuat para pedagang harus lebih berhati-hati membawa stok.
Ia menilai penurunan penjualan tahun ini dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil. Para pedagang pun harus memutar otak agar tidak merugi selama musim kurban.

“Kalau melihat keadaan sekarang ya memang faktor ekonomi. Situasinya sepi, jadi sebagai pedagang kambing ya sudah bisa melihat kondisi pasar seperti ini,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]