URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang

Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang

Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang

Gani, Guru olah raga SDN Bener Tengaran saat mengantar siswa (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Ada pemandangan berbeda saat puluhan siswa siswi SD Negeri Bener 01 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang akan pulang kerumah, dari sebuah Sekolah Dasar Negeri yang berada di Jalan Raya Semarang-Solo KM 4.

Adalah Gani Prasasti, Seorang guru PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan) dengan sigap mengeluarkan mobil jemputan suzuki Carry tahun 2003 bekas angkot yang disulap menjadi mobil jemputan siswa.

Gani setiap hari, setelah jam pelajaran selesai, harus menjadi sopir mobil pengantar siswa pulang. Ada 15 hingga 20 siswa yang diantar ke beberapa titik turun. “Ada rute yang telah ditentukan untuk dilewati, paling jauh sekira tiga kilometer, itu dua siswa pindahan. Di setiap dusun di Desa Bener ada tiga sampai empat titik turun para siswa,” ujarnya kepda rasikafm.com, Kamis (16/7/2026).

“Ini bagian dari fasilitas dan menjamin siswa yang pulang sekolah aman dan selamat sampai rumah. Alhamdulillah tidak pernah ada komplain dari orangtua karena mereka malah sangat terbantu dengan adanya mobil pengantar ini,” kata Gani.

Gani mengungkapkan, mobil pengantar siswa SD Negeri Bener 01 mulai beroperasi sejak Juni 2026, sebelum libur awal tahun pelajaran baru. Meski mengaku tidak ada masalah selama menjadi sopir mobil tersebut, Gani mengaku sempat terkendala pada titik antar yang dekat rumah para siswa, sehinggga dia membutuhkan ‘kernet’.

“Saya akhirnya dibantu Wali Kelas I, yang sama-sama pukul 10.00 WIB, telah selesai mengajar dan bisa mengantar sekolah. Termasuk juga dari penjaga sekolah yang sering membantu,” kata Gani.

Sementara Kepala Sekolah SD Negeri Bener 01 Sugiyatno menyampaikan mobil tersebut bekas angkutan umum yang telah berganti plat hitam. “Dibeli total Rp 20 juta, termasuk memasang stiker di bodi mobil dan perawatan, dari gotong royong guru,” ujarnya.

“Mobil tersebut dibeli secara cash, uangnya dari patungan guru-guru, termasuk juga ada yang dari koperasi simpan pinjam, nanti mengangsurnya ke koperasi. Semua dilakukan secara sukarela dan ikhlas,” ujarnya.

Menurutnya, ide pengadaan mobil tersebut berawal dari survei yang dilakukan satu tahun lalu. Saat itu diketahui banyak orangtua yang bisa mengantar ke sekolah saat pagi, namun merasa kerepotan kala menjemput anaknya. “Orangtua bekerja jadi tidak bisa menjemput, karena itu kita berkomitmen mengantar siswa pulang dengan mobil tersebut,” kata Sugiyatno.

“Namun kami tegaskan bahwa hanya bisa mengantar pulang, kalau menjemput untuk ke sekolah tidak bisa. Ini karena memang keterbatasan sumber daya yang ada,” paparnya.

Meski tiap hari mengantar siswa pulang, sekolah tidak mematok tarif. Para siswa yang menggunakan jasa mobil antar tersebut, cukup membayar seikhlasnya. Setiap akan naik mobil, mereka mengisi kotak di dekat pintu sebagai tanda pembayaran.

Menurut Sugiyatno, pembayaran dari siswa tersebut sepenuhnya digunakan untuk membeli bahan bakar operasional mobil antar. “Kan sifatnya memang tidak memaksa, hari ini naik, besok tidak naik, juga tidak masalah. Mengisi Rp 1.000 atau Rp 2.000 juga tergantung siswa,” ujarnya.

Sugiyatno mengatakan, selain bentuk pelayanan dan membantu orangtua yang kerepotan, dengan adanya mobil antar tersebut siswa menjadi lebih aman. Ini karena sekolah tersebut tepat berada di tepi Jalan Raya Semarang-Solo yang selalu ramai kendaraan.

Meila Mumtaza Wahyuni, Siswa Kelas IV SD Negeri Bener 01 mengaku senang dengan adanya mobil antar tersebut. “Selain lebih aman, juga seru karena di mobil bisa ngobrol dengan teman. Kalau naik, saya bayar Rp 2.000,” ujarnya.

Pantauan wartawan mobil tersebut sehari bisa satu antaran atau lebih tergantung dari siswa yang akan menggunakan jasa jemputan sekolah

Gani Prasasti saat diwawancarai wartawan

BACA JUGA :

Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut
Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah