URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Puluhan ribu peserta BPJS Kesehatan PBI di Kabupaten Semarang dinonaktifkan, memicu keluhan warga. Penonaktifan ini berdampak pada akses layanan kesehatan, sehingga ratusan warga mendatangi Dinsos Kabupaten Semarang, Senin (9/2/2026), untuk meminta reaktivasi. Kebijakan ini dilakukan berdasarkan keputusan Kementerian Sosial dengan mekanisme verifikasi ulang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

71 Ribu Kepesertaan BPJS PBI di Kabupaten Semarang Dinonaktifkan, Warga Keluhkan Akses Berobat

71 Ribu Kepesertaan BPJS PBI di Kabupaten Semarang Dinonaktifkan, Warga Keluhkan Akses Berobat

71 Ribu Kepesertaan BPJS PBI di Kabupaten Semarang Dinonaktifkan, Warga Keluhkan Akses Berobat

Warga mengantre untuk mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan PBI di SLRT Dinsos Kabupaten Semarang, Senin (9/2/2026). Foto: win
Warga mengantre untuk mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan PBI di SLRT Dinsos Kabupaten Semarang, Senin (9/2/2026). Foto: win
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Puluhan ribu peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Semarang mendadak dinonaktifkan. Kondisi ini memicu keluhan warga karena kepesertaan baru diketahui tidak aktif saat hendak berobat di fasilitas kesehatan. Akibatnya, ratusan warga setiap hari mendatangi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang untuk meminta reaktivasi kepesertaan BPJS PBI mereka.

Salah satunya Imam Muhadi (45), warga Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat. Ia mengaku baru mengetahui BPJS PBI miliknya nonaktif saat hendak memeriksakan diri di Puskesmas Lerep, sekitar sepekan lalu.

“Sebetulnya sudah ada pemberitahuan, tapi kan harus dipastikan dengan periksa. Pas periksa itu baru tahu kalau sudah tidak aktif,” ujar Imam ditemui saat mengantre di SLRT Dinsos Kabupaten Semarang, Senin (9/2/2026).

Ia mengaku sangat kecewa karena selama ini BPJS PBI sangat dibutuhkan keluarganya untuk berobat. “Istri dan anak saya sering pakai. Sekarang jadi repot, harus keluar biaya sendiri, padahal ekonomi lagi susah. Sekali berobat mandiri bisa Rp50 ribu sampai Rp100 ribu,” keluhnya.

Imam berharap kepesertaannya bisa diaktifkan kembali. “Kita bela-belain antre seperti ini ya biar bisa aktif lagi,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Siti Khodijah, warga Kecamatan Suruh. Anak Siti yang menderita penyakit jantung bawaan kerap menjalani perawatan di rumah sakit. Ia menyebut, pada pertengahan Januari 2026 BPJS PBI anaknya masih aktif saat dirawat dan kontrol di RSUD Dr Moewardi Solo. Namun, saat hendak kontrol lanjutan di poli lain, status BPJS anaknya mendadak tidak aktif.

“Sudah sampai rumah sakit, tapi tidak bisa dipakai. Dari rumah sakit disarankan menghubungi dinsos,” katanya.

Setelah melengkapi berkas dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, kepesertaan anaknya akhirnya diaktifkan kembali. “Alhamdulillah, sore harinya aktif lagi karena kondisi anak saya darurat, batuk dan demam tinggi,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinsos Kabupaten Semarang, Istichomah, menjelaskan penonaktifan BPJS PBI tersebut merupakan dampak dari Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 03/HUK/2026. Per 1 Februari 2026, sebanyak 71.316 peserta BPJS PBI di Kabupaten Semarang dinonaktifkan karena masuk kategori desil 6 ke atas.

“Dari total sekitar 330 ribu peserta BPJS PBI di Kabupaten Semarang, yang dinonaktifkan 71.316 peserta. Yang desil 1 sampai 5 tetap aktif,” jelasnya.

Ia mengakui dampak kebijakan tersebut langsung dirasakan masyarakat, terutama warga yang rutin menjalani pengobatan. Meski demikian, pihaknya membuka peluang reaktivasi sementara bagi peserta yang membutuhkan penanganan medis segera.

“Sesuai arahan Menteri Sosial, rumah sakit tidak boleh menolak pasien meski BPJS PBI-nya nonaktif. Kepesertaan bisa langsung diaktifkan dengan surat keterangan sakit, namun selanjutnya harus dilengkapi berkas untuk verifikasi kelayakan,” benernya.

Istichomah menegaskan tidak semua peserta yang dinonaktifkan akan kembali diaktifkan. Pemerintah daerah diberi waktu dua bulan untuk melakukan verifikasi ulang.

“Kalau dua kali pengusulan tidak bisa membuktikan masuk desil 1 sampai 5, maka akan dinonaktifkan kembali,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan warga, Dinas Sosial memperpanjang jam layanan dan menambah petugas, baik di SLRT maupun Mal Pelayanan Publik yang ada di Lopait, Tuntang. Selain itu, pemkab juga menyiapkan alternatif pembiayaan melalui APBD bagi warga yang tidak bisa kembali masuk skema BPJS PBI APBN.

“Kami tetap berkomitmen Universal Health Coverage (UHC). Tapi bagi yang sudah mampu, kami harapkan beralih ke peserta mandiri agar bantuan tepat sasaran dan tidak terlalu membebani,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Pasca Lebaran, Penyakit Gangguan Pencernaan Mendominasi, Dinkes Salatiga Pastikan Layanan
Pasca Lebaran, Penyakit Gangguan Pencernaan Mendominasi, Dinkes Salatiga Pastikan Layanan
Penyediaan Posko Mudik dilakukan BPJS Kesehatan di Rest Area Tol Ungaran Km 429A, Kabupaten Semarang, pada 13–18 Maret 2026 untuk melayani pemudik dengan layanan kesehatan 24 jam, konsultasi medis, obat-obatan, serta fasilitas istirahat guna menjaga kondisi pemudik selama perjalanan Lebaran.
Posko Mudik BPJS Kesehatan Hadir di Rest Area KM 429A Ungaran, Sediakan Layanan Kesehatan Gratis bagi Pemudik
Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana menciptakan PhysioTrack, smart assistance terapi pascastroke berbasis IoT dan AI yang dapat digunakan di rumah. Tim FTEK UKSW mengembangkan inovasi ini di Salatiga pada 2026 karena keterbatasan akses rehabilitasi. Prototipe diuji pada pasien dan meraih Juara 1 Samsung Innovation Campus Batch 7.
PhysioTrack, Inovasi Smart Assistance Karya Mahasiswa, Bantu Terapi Pasca Stroke
RSUD Salatiga resmi berganti nama menjadi RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo setelah polling publik. Perubahan nama dipilih masyarakat dan diserahkan kepada Wali Kota untuk penetapan SK. Nama tersebut dipilih karena jasa dr Soebarkat sebagai tokoh kesehatan dan kepala RSU pertama di Salatiga. Peluncuran nama baru direncanakan dalam waktu dekat.
Tunggu SK Wali Kota, RSUD Salatiga jadi RSUD Soebarkat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Lima tempat dimsum di Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi rekomendasi favorit pecinta kuliner. Rasika memperkenalkan ragam inovasi dimsum kekinian yang populer di kalangan masyarakat. Dimsum lezat ini disajikan dengan beragam varian rasa dan topping unik melalui layanan offline maupun ojek online.
Bikin Ngiler! Berikut 5 Rekomendasi Dimsum di Ungaran
Rasika memberikan panduan bagi masyarakat untuk tetap menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia. Artikel ini membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, tetap bersosialisasi, menekuni hobi positif, serta memperkuat ibadah sebagai kunci menghadapi pertambahan usia dengan penuh rasa syukur dan semangat hidup.
Umur Semakin Bertambah? Ini Tips Agar Tetap Positif di Masa Tua
Soto Kare Reksa di Salatiga menjadi kuliner legendaris sejak 1942, warisan keluarga Sofyan yang masih mempertahankan resep tradisional dengan kuah santan dan sandung lamur khas. Berlokasi di gang belakang bekas Bioskop Reksa, warung ini tetap ramai dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah karena cita rasanya yang autentik.
Soto Kare Reksa Salatiga Sensasi Kuliner sejak 1942
Etika pengemudi di jalan raya sangat penting untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan bersama. Pengemudi perlu menghormati pejalan kaki dengan berhenti di zebra cross, mengurangi kecepatan di area ramai, tidak berkendara di trotoar, serta memperhatikan anak-anak dan lansia sebagai pengguna jalan paling rentan.
Etika Pengemudi terhadap Pejalan Kaki
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan: Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Mudik Lebaran 2026 Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal
Mudik Lebaran 2026: Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal

INFOGRAFIS

TERKINI

MTs Aswaja Tengaran menggelar pembelajaran lingkungan berbasis praktik saat peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026), di Tengaran. Siswa mengolah limbah menjadi produk kreatif sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan melalui konsep eco green dan eco teologi dengan sistem tanggung jawab serta pengelolaan sampah berkelanjutan.
Hari Pendidikan Nasional, Siswa MTs Aswaja Tengaran Ciptakan Kreasi, Ubah Barang Bekas jadi Lebih Bernilai
MTs Aswaja Tengaran menggelar pembelajaran lingkungan berbasis praktik saat peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026), di Tengaran. Siswa mengolah limbah menjadi produk kreatif sebagai upaya...
Salatiga LitFest Carnival digelar di depan Ramayana dan Bundaran Jam Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada rangkaian Salatiga LitFest 29 April–2 Mei 2026 dengan menampilkan beragam seni tradisional dan modern. Pemerintah Kota menghadirkan kegiatan ini untuk memperkuat literasi melalui kolaborasi seni, diskusi, dan kerja sama internasional dengan Frankfurt Book Fair.
Malam Minggu ini, Salatiga LitFest Carnival Digelar di Tugu Bundaran Jam depan Ramayana
Salatiga LitFest Carnival digelar di depan Ramayana dan Bundaran Jam Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada rangkaian Salatiga LitFest 29 April–2 Mei 2026 dengan menampilkan beragam seni tradisional dan modern....
FKPPI se-Jawa Tengah menggelar halal bihalal di Hotel Wahid Prime Salatiga pada Sabtu (2/5/2026) dengan dihadiri ratusan pengurus dari berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan peran sosial organisasi dalam mendukung masyarakat dan negara melalui berbagai program sosial yang disesuaikan dengan isu terkini.
FKPPI Jateng Gelar Halal Bihalal di Salatiga, Retno Sebut Siap Dukung TNI Polri
FKPPI se-Jawa Tengah menggelar halal bihalal di Hotel Wahid Prime Salatiga pada Sabtu (2/5/2026) dengan dihadiri ratusan pengurus dari berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus...
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin membuka Salatiga May Day 2026 di halaman Pemkot, Jumat (1/5/2026), dengan melibatkan unsur tripartit untuk mempererat hubungan industrial melalui santunan BPJS, layanan kesehatan, donor darah, dan bazar UMKM, guna meningkatkan kesejahteraan pekerja dan kolaborasi antar pihak.
May Day Salatiga 2026, Nina Bertekad Sejahtera Bersama
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin membuka Salatiga May Day 2026 di halaman Pemkot, Jumat (1/5/2026), dengan melibatkan unsur tripartit untuk mempererat hubungan industrial melalui santunan BPJS, layanan...
Siswa SD dan SMP di Salatiga mempresentasikan hasil riset budaya dan kuliner kepada Disbudpar di TWSS akhir April 2026 untuk mendorong pembelajaran kontekstual melalui observasi, wawancara, dan solusi nyata seperti game budaya dan food tour, sekaligus menjawab minimnya keterlibatan siswa dalam pendidikan berbasis hafalan.
Siswa Lebah Putih & Arunika Salatiga Menggugat Cara Pandang Pendidikan
Siswa SD dan SMP di Salatiga mempresentasikan hasil riset budaya dan kuliner kepada Disbudpar di TWSS akhir April 2026 untuk mendorong pembelajaran kontekstual melalui observasi, wawancara, dan solusi...
Muat Lebih

POPULER

Salatiga LitFest Carnival digelar di depan Ramayana dan Bundaran Jam Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada rangkaian Salatiga LitFest 29 April–2 Mei 2026 dengan menampilkan beragam seni tradisional dan modern. Pemerintah Kota menghadirkan kegiatan ini untuk memperkuat literasi melalui kolaborasi seni, diskusi, dan kerja sama internasional dengan Frankfurt Book Fair.
Malam Minggu ini, Salatiga LitFest Carnival Digelar di Tugu Bundaran Jam depan Ramayana
MTs Aswaja Tengaran menggelar pembelajaran lingkungan berbasis praktik saat peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026), di Tengaran. Siswa mengolah limbah menjadi produk kreatif sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan melalui konsep eco green dan eco teologi dengan sistem tanggung jawab serta pengelolaan sampah berkelanjutan.
Hari Pendidikan Nasional, Siswa MTs Aswaja Tengaran Ciptakan Kreasi, Ubah Barang Bekas jadi Lebih Bernilai
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved