RASIKAFM.COM | UNGARAN — Lapangan GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang dipenuhi ratusan atlet muda dalam ajang Kejuaraan Junior Panahan 2026 tingkat Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026). Sebanyak 948 atlet dari 35 kabupaten/kota ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi ajang seleksi menuju tingkat nasional tersebut.
Salah satunya adalah Muhammad Althaf Putranto (14). Atlet yang merupakan pelajar kelas VIII SMP Zam Zam Cilongok Banyumas itu turun di kelas Standar Nasional U15. Ia tampil impresif hingga berhasil menjadi juara di kelasnya. Althaf mengaku kondisi cuaca di arena pertandingan tidak terlalu memengaruhi penampilannya.
“Cuacanya memang panas dan anginnya cukup terasa, tapi masih bisa tampil maksimal. Hampir sama seperti saat latihan di Cilacap,” katanya.
Menariknya, Althaf mengaku mulai mengenal panahan hanya dari coba-coba. Namun dalam waktu sekitar 2,5 tahun, hobinya berkembang menjadi jalan meraih prestasi, termasuk tampil dalam kejuaraan internasional di Yogyakarta pada 2025 yang diikuti peserta dari tujuh negara seperti Malaysia, Singapura, dan Kanada.
Menurutnya, latihan rutin menjadi kunci utama untuk menjaga performa, terutama menjelang kejuaraan besar.
“Kalau mendekati lomba, latihan fisik dan fokus biasanya lebih ditingkatkan,” ujarnya.
Ketua Panitia Kejuaraan Junior Panahan 2026 Jawa Tengah, Wahyu Putratama, mengatakan para juara nantinya dipersiapkan untuk tampil pada kejuaraan nasional yang rencananya digelar Juli mendatang di Kabupaten Kudus.
Para atlet bertanding di sejumlah divisi, yakni Standar Nasional, Compound, dan Recurve. Mereka terbagi dalam kelompok umur (KU)10, 13, 15, hingga 18 dengan jarak tembak berbeda mulai 10 meter sampai 40 meter sesuai kategori yang diikuti.
“Kejuaraan ini juga diikuti atlet binaan di bawah naungan Kemenpora yang memperkuat kontingen Kota Semarang, Surakarta, dan Kabupaten Sragen,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Semarang, Imam Karsono, menambahkan tuan rumah mengirimkan 60 atlet yang tersebar di seluruh divisi dan kelompok umur.
“Kabupaten Semarang terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan setelah memperoleh suara terbanyak dalam proses voting, salah satunya karena dinilai memiliki lokasi yang strategis,” paparnya. (win)