URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berupaya merevitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang guna meningkatkan kapasitas layanan distribusi logistik ekspor dari provinsi tersebut. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan arus logistik hasil industri dengan kapasitas ekspor, mengingat pertumbuhan sektor industri di Jawa Tengah yang pesat dengan hadirnya berbagai kawasan industri seperti KITB, KIK, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dorong Peningkatan Ekspor, Gubernur Ahmad Luthfi Upayakan Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas

Dorong Peningkatan Ekspor, Gubernur Ahmad Luthfi Upayakan Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas

Dorong Peningkatan Ekspor, Gubernur Ahmad Luthfi Upayakan Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berupaya merevitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang guna meningkatkan kapasitas layanan distribusi logistik ekspor dari provinsi tersebut. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan arus logistik hasil industri dengan kapasitas ekspor, mengingat pertumbuhan sektor industri di Jawa Tengah yang pesat dengan hadirnya berbagai kawasan industri seperti KITB, KIK, dan Jatengland Industrial Park Sayung.
Foto: IST
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membahas rencana revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang bersama Kadin Jateng dan ALFI/ILFA guna meningkatkan kapasitas distribusi logistik ekspor. (Jumat, 14 Maret 2025)
featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berupaya merealisasikan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang guna meningkatkan kapasitas layanan distribusi logistik ekspor dari provinsi tersebut.

Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan pertumbuhan arus logistik hasil industri dengan kapasitas ekspor di pelabuhan tersebut. Seperti diketahui, sektor industri di Jawa Tengah terus berkembang dengan hadirnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Industri Kendal (KIK), Jatengland Industrial Park Sayung (Demak), serta kawasan industri lainnya.

“Pelabuhan Tanjung Emas, kita koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dalam upaya revitalisasi karena banyak saran dari teman-teman (pengusaha),” ujar Luthfi saat menerima audiensi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng serta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) di Kantor Gubernur Jateng, Jumat, 14 Maret 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Luthfi menerima berbagai masukan dan permintaan dari pelaku usaha terkait kebutuhan mendesak untuk revitalisasi Tanjung Emas, termasuk pendalaman dermaga, perluasan transit kontainer, serta penyediaan lahan parkir truk. Upaya ini bertujuan mendukung kelancaran ekspor produk-produk asal Jawa Tengah yang terus mengalami peningkatan.

Luthfi menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi para pelaku usaha agar fasilitas ekspor di Tanjung Emas semakin optimal, sehingga pelaku usaha tidak perlu menggunakan pelabuhan di luar Jawa Tengah. Dia juga mengungkapkan rencana komunikasi lebih lanjut dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) selaku pengelola Pelabuhan Tanjung Emas serta asosiasi terkait.

“Akan mengundang PT Pelindo agar ke depan Pelabuhan Tanjung Emas memiliki daya saing. Minimal seperti (Pelabuhan) di Jawa Timur. Surat akan kami kirimkan ke Pak Menhub. Sudah ada investor, blueprint sudah tersedia. (Tinggal) mengawal eksistensi dari revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas,” ucapnya.

Ketua Umum ALFI/ILFA, Teguh Arif Handoko, menjelaskan bahwa salah satu aspek utama dalam revitalisasi adalah pengerukan sedimen lumpur di area dermaga dan alur pelayaran (sea way), serta perluasan dermaga.

Revitalisasi ini diharapkan dapat mengakomodasi kapal kargo dengan kapasitas lebih besar, sehingga dapat bersandar tanpa kendala. Saat ini, kapasitas kapal yang dapat ditampung berkisar 500 TEUs, dan diharapkan bisa meningkat menjadi 1.000 TEUs hingga 2.000-3.000 TEUs.

“Ini akan meningkatkan volume pelayanan di Tanjung Emas. Harapannya, semua (kontainer) dari industri di Pantura Jateng bisa diekspor melalui Tanjung Emas, sehingga tidak perlu melalui Jawa Timur, Jawa Barat, atau Jakarta,” ujarnya.

Dalam 1-2 tahun ke depan, peningkatan layanan distribusi ekspor di Tanjung Emas dianggap sangat penting untuk mendukung aktivitas ekspor yang terus tumbuh, seiring berkembangnya kawasan industri di Jateng yang telah mencapai 20 persen.

Teguh mengungkapkan bahwa volume ekspor melalui Tanjung Emas meningkat sekitar 15 persen dari 2023 ke 2024. Pada 2023, jumlah ekspor mencapai hampir 800 ribu TEUs (798 ribuan), sedangkan pada 2024 meningkat menjadi sekitar 900 ribu TEUs.

“Tantangan yang dihadapi adalah kongesti di Pelabuhan Tanjung Emas. Saat ini, tingkat penumpukan kontainer mencapai hampir 85 persen, padahal angka normalnya sekitar 50 persen. Jika terus dibiarkan, ini bisa menghambat waktu pengiriman barang, meningkatkan biaya, serta menimbulkan kendala bagi parkir kapal,” jelas Teguh.

Ketua Umum Kadin Jateng, Harry Nuryanto Soediro, berharap ada dukungan konkret dari Gubernur dalam meningkatkan layanan logistik kepelabuhanan, khususnya di Pelabuhan Tanjung Emas.

“Harus ada sinergi antara pemerintah dengan PT Pelindo Indonesia agar layanan pelabuhan mampu mengimbangi volume ekspor yang terus bertambah di Jawa Tengah. Dengan demikian, kegiatan ekspor tetap dapat dilakukan di dalam provinsi, tanpa harus bergantung pada pelabuhan di daerah lain,” katanya.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, nilai ekspor provinsi ini pada Januari 2025 tercatat sebesar 965,55 juta USD dengan volume ekspor 314,31 ribu ton. Angka tersebut mengalami kenaikan 3,29 persen secara Year on Year (YoY) dibanding Januari 2024 yang mencapai 934,81 juta USD dengan volume ekspor 277,76 ribu ton.

Capaian ekspor pada Januari 2025 didominasi oleh sektor nonmigas, yaitu industri pengolahan senilai 938,51 juta USD, migas 15,98 juta USD, pertambangan dan lainnya 0,12 juta USD, serta sektor pertanian sebesar 10,94 juta USD. (did)

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga