URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Para pemudik yang melintasi jalan tol Semarang-Solo kini dapat beristirahat di Rest Area KM 439 A Bawen yang telah difungsionalkan selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1446 Hijriyah (2025). Rest area ini dikelola oleh Manajer Rest Area 439 A Bawen, Tohari, dan mulai beroperasi sejak Kamis, 20 Maret 2025, pukul 06.00 WIB hingga akhir periode arus balik pada 8 April 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sambut Pemudik, Rest Area KM 439A Bawen Kembali Dibuka. Catat Waktunya!

Sambut Pemudik, Rest Area KM 439A Bawen Kembali Dibuka. Catat Waktunya!

Sambut Pemudik, Rest Area KM 439A Bawen Kembali Dibuka. Catat Waktunya!

Rest Area KM 439 A Bawen mulai dibuka secara fungsional pada arus mudik dan balik Lebaran 2025, Kamis (20/3/2025). Foto: win
Rest Area KM 439 A Bawen mulai dibuka secara fungsional pada arus mudik dan balik Lebaran 2025, Kamis (20/3/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Para pemudik yang menggunakan jalan tol Semarang-Solo kini tidak perlu khawatir mencari tempat untuk beristirahat. Pada arus mudik dan balik Idul Fitri 1446 Hijriyah (2025), Rest Area KM 439 A Bawen siap menjadi pilihan bagi pengguna jalan tol yang ingin beristirahat sejenak.

Meskipun saat ini masih berupa rest area fungsional, fasilitas yang tersedia di rest area ini semakin lengkap dan dapat dimanfaatkan dengan nyaman.

“Hari ini sudah open gate mulai pukul 06.00 WIB. Rencana akan kami fungsionalkan sampai dengan berakhirnya periode arus balik pada tanggal 8 April 2025,” kata Manajer Rest Area 439 A Bawen, Tohari, Kamis (20/3/2025).

Dijelaskan Tohari, pelayanan di rest area ini akan dioptimalkan selama arus mudik dan balik Lebaran 2025. Berbagai fasilitas pendukung yang ada, meskipun masih bersifat fungsional, sudah semakin lengkap.

“Salah satunya adalah toilet yang representatif dengan kapasitas hampir 88 kubikal untuk wanita dan sekitar 40 kubikal untuk pria. Masjid juga sudah bisa digunakan, mampu menampung hingga 500 jamaah,” jelasnya.

Untuk pengisian bahan bakar, lanjut Tohari, pihaknya telah menyediakan SPBU dengan empat dispenser, serta dua modular Pertashop. Selain itu, ada empat Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

“Dua fast charging, dua standar. Masing-masing dengan dua nozzle,” urainya.

Selain itu, fasilitas parkir di rest area ini juga memadai, dengan kapasitas hingga 200 kendaraan golongan I dan 200 kendaraan besar.

“Berbagai macam tenant juga tersedia untuk menyediakan berbagai kebutuhan makan dan minum,” sambungnya.

Dengan fasilitas yang semakin lengkap, Tohari menegaskan bahwa Rest Area KM 439 A siap menyambut dan memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik. Jika Rest Area KM 429 A sudah mengalami over kapasitas, para pemudik dapat melanjutkan perjalanan sejauh 10 kilometer dan menemukan Rest Area KM 439 A dengan fasilitas yang tak kalah nyaman.

“Walaupun saat ini masih fungsional, fasilitas yang ada di Rest Area KM 439 A ini sudah memenuhi standar rest area permanen,” tandas Tohari. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon