[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Penuh Warna dan Makna, SD Islam Istiqomah Ungaran Rayakan HUT ke-80 RI dengan Lomba Kreatif dan Ramah Lingkungan

Penuh Warna dan Makna, SD Islam Istiqomah Ungaran Rayakan HUT ke-80 RI dengan Lomba Kreatif dan Ramah Lingkungan

Penuh Warna dan Makna, SD Islam Istiqomah Ungaran Rayakan HUT ke-80 RI dengan Lomba Kreatif dan Ramah Lingkungan

UNGARAN — Suasana meriah dan penuh semangat nasionalisme menyelimuti SD Islam Istiqomah, Ungaran, Kabupaten Semarang dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selama tiga hari berturut-turut, sejak 14 hingga 16 Agustus 2025, halaman sekolah berubah menjadi panggung semarak lomba-lomba seru yang mengajak siswa untuk berkreasi, berkompetisi, sekaligus belajar mencintai Tanah Air dan lingkungan.

Tawa riang dan sorak-sorai terdengar di setiap sudut sekolah. Anak-anak mengikuti berbagai perlombaan seperti menyanyi lagu nasional, mewarnai, estafet air, lempar bola, hingga permainan edukatif yang mengasah kerja sama dan ketangkasan. Namun, sorotan utama jatuh pada fashion show bertema daur ulang limbah dan pakaian adat, yang sukses memikat perhatian guru, orang tua, dan seluruh siswa. Dalam balutan busana unik yang terbuat dari plastik dan kertas, para siswa berlenggak- lenggok dengan percaya diri.

Tak hanya menampilkan busana daur ulang, para siswa juga tampil anggun dalam balutan pakaian adat dari berbagai daerah, memperlihatkan kebinnekaan budaya Indonesia yang patut dibanggakan.

Menurut Kepala SD Islam Istiqomah Ungaran, Masykur, S.Pd.I., kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga sarana menanamkan nilai penting kepada generasi muda.

“Momen HUT Kemerdekaan ini kami manfaatkan untuk menanamkan rasa cinta Tanah Air dan kepedulian terhadap lingkungan. Nasionalisme harus tumbuh sejak kecil, karena mencintai Indonesia adalah bagian dari iman. Melalui kegiatan kreatif seperti ini, kami ingin anak-anak belajar bahwa limbah pun bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.

Lebih dari sekadar lomba, acara ini menjadi refleksi bagaimana pendidikan bisa dikemas secara menyenangkan dan bermakna. SD Islam Istiqomah Ungaran membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tak hanya soal upacara dan seremonial, tetapi juga momen menanamkan karakter: cinta negeri dan cinta bumi. (ben)

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px