URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan siswa di SLB Negeri Ungaran menerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dibagikan pada Agustus 2025, dengan pembagian perdana berlangsung pada Kamis (21/8/2025) saat jam istirahat pertama. Sebanyak 227 siswa dari kelas 1 hingga 12 menjadi penerima program ini, sebagaimana disampaikan Kepala SLB Negeri Ungaran, Wiji Rahayu, yang menjelaskan bahwa menu bervariasi mulai dari nasi dengan lauk ikan asam manis, spaghetti, ayam goreng, kering tempe, buah segar, hingga susu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan Siswa SLB Negeri Ungaran Antusias Nikmati Makanan Bergizi Gratis, Spaghetti Paling Diminati

Ratusan Siswa SLB Negeri Ungaran Antusias Nikmati Makanan Bergizi Gratis, Spaghetti Paling Diminati

Ratusan Siswa SLB Negeri Ungaran Antusias Nikmati Makanan Bergizi Gratis, Spaghetti Paling Diminati

Seorang siswa SLB Negeri Ungaran sedang disuapi menu MBG oleh orang tuanya di hari ketiga pelaksanaan program tersebut, Kamis (21/8/2025). Foto: win
Seorang siswa SLB Negeri Ungaran sedang disuapi menu MBG oleh orang tuanya di hari ketiga pelaksanaan program tersebut, Kamis (21/8/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Ratusan siswa di SLB Negeri Ungaran tampak antusias saat menerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dibagikan pada Agustus 2025. Pantauan pada Kamis (21/8/2025), para siswa terlihat senang dan lahap menyantap menu yang disajikan saat jam istirahat pertama.

Kepala SLB Negeri Ungaran, Wiji Rahayu, menyampaikan sebanyak 227 siswa dari kelas 1 hingga 12 menjadi penerima program tersebut. Menu yang disajikan bervariasi, mulai dari nasi dengan lauk ikan asam manis, spaghetti, ayam goreng, kering tempe, hingga buah segar.

“Anak-anak istirahatnya jam 9, jadi pembagian MBG dilakukan pada jam itu. Mereka senang, terutama yang masih kecil. Orang tua juga merasa terbantu karena tidak perlu selalu menyiapkan bekal,” ujar Wiji.

Ia menambahkan, meski sempat terjadi keterlambatan pada hari pertama karena adanya acara peluncuran program, pembagian makanan tetap berjalan lancar. Bahkan, menu spaghetti menjadi favorit para siswa. Menurut Wiji, sekolah tidak memilih menu secara khusus karena sudah disiapkan langsung dari dapur penyedia.

“Kami ikut saja, karena pastinya sudah ditentukan ahli gizi. Komposisinya ada lauk, sayur, buah, dan susu, jadi terpenuhi kebutuhan gizinya,” jelasnya.

Program MBG ini direncanakan berlangsung mulai Agustus 2025 hingga 2026. Harapannya, selain meningkatkan kesehatan, program tersebut juga menumbuhkan semangat belajar anak.

Hal itu diamini oleh salah satu orang tua siswa, Ririn Nurhayati. “Saya berharap program ini berkelanjutan. Anak-anak senang, lebih sehat, dan semangat sekolah. Menunya juga lumayan lengkap, empat sehat lima sempurna. Orang tua pun bisa lebih irit,” tuturnya.

Senada dengan itu, Hapsari, salah seorang siswa, mengaku bahagia dengan adanya MBG. “Tidak perlu jajan lagi, menunya enak,” katanya singkat. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon