URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BPJS Kesehatan Ungaran bersama Pemkab Semarang, Kendal, dan Kota Salatiga menggelar rekonsiliasi iuran JKN triwulan III di Ungaran pada 23 September 2025. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan akurasi data peserta dan menjaga UHC. Prosesnya lewat kolaborasi Pemda, monitoring keaktifan, serta pemanfaatan kanal layanan digital.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pastikan Akurasi Data, BPJS Kesehatan Ungaran Gelar Rekonsiliasi dengan Pemda

Pastikan Akurasi Data, BPJS Kesehatan Ungaran Gelar Rekonsiliasi dengan Pemda

Pastikan Akurasi Data, BPJS Kesehatan Ungaran Gelar Rekonsiliasi dengan Pemda

featured-img

RasikaFM, Ungaran – BPJS Kesehatan Cabang Ungaran bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga menggelar rekonsiliasi iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) triwulan III tahun 2025 pada Selasa (23/09). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akurasi data keuangan iuran peserta, khususnya Pekerja Penerima Upah (PPU) serta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU BP) yang iurannya ditanggung Pemda.

Kegiatan dibuka oleh Kepala BPJS Kesehatan Ungaran, Subkhan, yang menyampaikan capaian Universal Health Coverage (UHC) per 1 September 2025. Kabupaten Semarang mencapai cakupan 98,30% dengan keaktifan peserta 78,42%, Kabupaten Kendal 98,68% dengan keaktifan 74,62%, dan Kota Salatiga 99,96% dengan keaktifan 90,25%.

“Untuk mencapai UHC Non Cut Off, minimal 80% dari total penduduk harus berstatus peserta aktif. Kami harap pada Oktober mendatang data peserta PBPU BP Pemda yang masuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) dapat segera dilakukan replace agar UHC prioritas tetap terjaga,” jelas Subkhan.

Selain itu, BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta PBPU yang menunggak masih cukup tinggi sehingga memengaruhi tingkat keaktifan. Namun demikian, penambahan peserta PBPU BP Pemda terus meningkat konsisten setiap bulan sejak awal tahun.

Subkhan menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan pembayaran iuran tepat waktu, sesuai jumlah, dan didukung regulasi serta alokasi anggaran yang memadai.

Untuk mendukung pelayanan, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan seperti Mobile JKN, Virtual Office Layanan Peserta (VIOLA), BPJS Keliling, atau langsung ke kantor pelayanan. Layanan VIOLA memungkinkan peserta mengurus administrasi via Zoom tanpa harus datang ke kantor cabang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Bank KPPN Semarang II Siswo Nugroho menekankan pentingnya rekonsiliasi iuran sebagai langkah meningkatkan sinergi dan mitigasi risiko temuan auditor.

“Ketersediaan anggaran jaminan kesehatan harus dipastikan agar sesuai dengan ketentuan APBD. Hal ini juga untuk mencegah pemotongan Dana Alokasi Umum akibat ketidaksesuaian data,” tegas Nugroho.

Ia menambahkan, jaminan kesehatan sebagai bagian dari sistem jaminan sosial nasional sangat penting untuk menjamin setiap orang mendapat akses layanan kesehatan sesuai segmentasinya.

BACA JUGA :

JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan mencatat kepesertaan JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk Indonesia hingga akhir 2025. Dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan 2025, Direktur Utama Prihati Pujowaskito menyebut layanan kesehatan dimanfaatkan 725,3 juta kali, didukung penguatan layanan digital, jaringan fasilitas kesehatan, serta kondisi Dana Jaminan Sosial yang tetap sehat untuk menopang SDM produktif.
JKN Catat 725 Juta Layanan Kesehatan Sepanjang 2025, Kepesertaan Tembus 98,62 Persen
Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir. Dengan pembiayaan yang dijamin melalui kepesertaan JKN yang ditanggung Pemerintah Kota Salatiga, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya hingga kondisinya berangsur pulih dan kembali beraktivitas.
Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit...
Pemprov Jawa Tengah bersama Bank Indonesia Jawa Tengah menggelar CJIBF 2026 di Jakarta, Rabu (27/8), untuk memperkuat investasi berkelanjutan. Forum tersebut menawarkan 26 proyek unggulan dan menghasilkan 37 Letter of Intent (LoI) dari 60 pertemuan bisnis dengan rencana investasi Rp19,6 triliun, di tengah realisasi investasi semester I mencapai Rp59,94 triliun.
CJIBF 2026 Perkuat Investasi Berkelanjutan Jawa Tengah
Pemprov Jawa Tengah bersama Bank Indonesia Jawa Tengah menggelar CJIBF 2026 di Jakarta, Rabu (27/8), untuk memperkuat investasi berkelanjutan. Forum tersebut menawarkan 26 proyek unggulan dan menghasilkan...
Optimisme masyarakat terhadap perekonomian Jawa Tengah tetap terjaga pada Juli 2026 dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 113,09. Kondisi tersebut menunjukkan konsumen masih optimistis terhadap ekonomi saat ini dan prospek ke depan, didukung persepsi positif terhadap penghasilan, konsumsi, lapangan kerja, dan kegiatan usaha.
Bukan Cuma Hari Ini, Konsumen Jateng Optimistis Enam Bulan ke Depan
Optimisme masyarakat terhadap perekonomian Jawa Tengah tetap terjaga pada Juli 2026 dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 113,09. Kondisi tersebut menunjukkan konsumen masih optimistis terhadap...
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
Dinsos Kabupaten Semarang menyebut penerima bansos yang terindikasi aktivitas judi online berpotensi kehilangan bantuan. Namun, aktivitas tersebut tidak selalu dilakukan penerima langsung karena kartu...
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Pemkab Semarang menetapkan Pilkades tahap pertama di 140 desa pada 14 Desember 2026. Dispermasdes kini menghitung kebutuhan TPS bersama kecamatan dengan mempertimbangkan jumlah pemilih dan kondisi geografis....

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon