KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sejumlah Bangunan SD Negeri Rusak di Salatiga Jadi Prioritas Perbaikan Tahun 2026

Sejumlah Bangunan SD Negeri Rusak di Salatiga Jadi Prioritas Perbaikan Tahun 2026

Sejumlah Bangunan SD Negeri Rusak di Salatiga Jadi Prioritas Perbaikan Tahun 2026

Komisi A DPRD Kota Salatiga menemukan lima SD Negeri rusak parah saat sidak di empat kecamatan, Selasa (14/10/2025). Dinas Pendidikan melalui Kepala Disdik Muh Nasiruddin berjanji memperbaiki sekolah-sekolah tersebut pada 2026, tergantung ketersediaan anggaran yang masih terbatas untuk memastikan keamanan dan kenyamanan belajar.
Foto dok IST
Komisi A DPRD Kota Salatiga saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) Sekolah Dasar Negeri yang rusak di sejumlah wilayah Kota Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Komisi A DPRD Kota Salatiga melakukan inspeksi mendadak di lima Sekolah Dasar Negeri di Kota Salatiga yang mengalami kerusakan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga Muh Nasiruddin mengaku telah mengetahui adanya SD Negeri yang bangunannya mengalami kerusakan, baik berupa plafon yang jebol dan kondisi tanah yang tidak stabil.

Pihaknya berencana akan melakukan perbaikan terhadap lima SD Negeri tersebut dengan anggaran tahun 2026. Menurutnya, lima SD tersebut juga menjadi perhatian Dinas Pendidikan karena kerusakan yang cukup parah.

“Untuk lima SD itu kami upayakan akan ada perbaikan pada tahun 2026. Karena memang sudah menjadi perhatian, namun ada kendala soal anggaran yang terbatas,” terang Nasiruddin.

Dia berharap, bantuan transfer dari pusat untuk anggaran pendidikan tahun depan bisa mencukupi untuk perbaikan gedung lima SD Negeri tersebut. Sebab bangunan sekolah yang nyaman dan aman sangat penting untuk keberlangsungan proses belajar mengajar siswa. Terkait dengan keamanan Sekolah tersebut, kata Nasiruddin, masih aman digunakan.

“Untuk kondisi insyaallah masih aman. Tahun depan akan diperbaiki segera. Mudah-mudahan anggaran mencukupi,” jelasnya.

Selain lima SD Negeri itu, ada sekitar 20-an sekolah SD dan SMP Negeri yang menjadi tanggungjawab Disdik juga mengalami kerusakan. Namun kerusakan tidak separah lima SD yang sebelumnya disidak oleh Komisi A DPRD Kota Salatiga.

“Ada banyak yang rusak, sekitar 20-an itu SD dan SMP. Untuk perbaikan kita lakukan bertahap tergantung kekuatan anggaran,” terangnya.

Sebelumnya, Komisi A DPRD Kota Salatiga menemukan lima Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang mengalami kerusakan dan membahayakan siswa jika memasuki musim penghujan. Hal itu terungkap saat Komisi A melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di empat kecamatan di Kota Salatiga, yakni Tingkir, Sidomukti, Argomulyo, dan Sidorejo, Selasa, (14/10/2025).

Anggota Komisi A DPRD Kota Salatiga, Laurens Adrian menyampaikan keprihatinan atas kondisi sejumlah sekolah yang dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

“Kami melihat langsung kondisi beberapa sekolah dasar di Salatiga, dan memang cukup memprihatinkan. Ada bangunan yang sudah turun, lantai yang hancur, dan struktur yang terlihat rapuh. Ini tentu membahayakan siswa yang setiap hari beraktivitas di sana,” kata Laurens.

Kelima SD Negeri yang mengalami kerusakan itu adalah SDN Kumpulrejo 1, SDN Sidorejo Kidul 2, SDN Tingkir Lor 1 dan 2, serta SDN Mangunsari 1.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]