URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Kamis (30/1/2025) menyebabkan menara penghias di bagian timur-utara Masjid Al Mabrur Ungaran roboh. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diterjang Angin Kencang, Menara Masjid Al Mabrur Ungaran Roboh

Diterjang Angin Kencang, Menara Masjid Al Mabrur Ungaran Roboh

Diterjang Angin Kencang, Menara Masjid Al Mabrur Ungaran Roboh

Petugas BPBD Kabupaten Semarang menurunkan menara Masjid Al Mabrur yang roboh usai diterjang angin kencang, Kamis (30/1/2025). Foto: win
Petugas BPBD Kabupaten Semarang menurunkan menara Masjid Al Mabrur yang roboh usai diterjang angin kencang, Kamis (30/1/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Kamis (30/1/2025) mengakibatkan menara penghias di bagian timur-utara Masjid Al Mabrur Ungaran roboh.

Abdul Kholiq Rifa’i, Wakil Ketua Takmir Masjid Al Mabrur, menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Menurutnya, menara tersebut tidak memiliki penyangga yang cukup kuat untuk menahan hembusan angin yang sangat kencang.

“Menara itu sebenarnya merupakan hiasan untuk memperindah masjid, sedangkan penangkal petirnya hanya ada satu di tengah,” katanya.

Akibat dari kejadian ini, beberapa dampak langsung mulai dirasakan. Selain menara yang roboh, atap masjid juga mengalami kerusakan, yang dapat menyebabkan kebocoran, terlebih dengan datangnya musim hujan saat ini.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, pihaknya segera menurunkan menara yang roboh dan akan menangani kerusakan pada atap agar kebocoran tidak menyebar. Langkah berikutnya, segera akan dilakukan rapat koordinasi dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Semarang, takmir, dan Pemerintah Kabupaten Semarang.

“Tujuannya untuk mengevaluasi kondisi bangunan masjid secara menyeluruh dan mencari solusi jangka panjang,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengungkapkan angin kencang yang melanda dalam dua hari terakhir menyebabkan beberapa pohon tumbang di beberapa titik di wilayah Kabupaten Semarang.

“Tadi malam terjadi sembilan kejadian, dan pagi ini kami menerima 4 laporan termasuk robohnya menara Masjid Al Mabrur,” ungkapnya.

Untuk langkah selanjutnya, BPBD mengambil tindakan dengan menurunkan bagian menara yang roboh dan menutup bekas menara agar tidak terjadi kebocoran akibat hujan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir Januari dan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Februari.

“Kami harap masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi sesuatu, segera komunikasi dengan BPBD, TNI, dan Polri untuk penanganan yang cepat,” tambahnya. (win)

BACA JUGA :

Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Toyota Innova diduga terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di kawasan Blotongan, Salatiga, Sabtu (15/8/2026) malam, sebelum meninggalkan lokasi. Polisi bersama warga mengejar kendaraan tersebut hingga Jetis dan berhasil menghentikannya. Korban kecelakaan dilarikan ke RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo untuk mendapat perawatan, sementara penanganan kasus diserahkan kepada Satlantas Polres Salatiga.
Mirip Film Laga, Polisi di Salatiga Kejar Pelaku Tabrak Lari

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara