KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Diduga Depresi, Pria asal Sidomukti Salatiga Gantung Diri

Diduga Depresi, Pria asal Sidomukti Salatiga Gantung Diri

Diduga Depresi, Pria asal Sidomukti Salatiga Gantung Diri

Polisi amankan TKP Gantung diri (Foto dok IST)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Personel Polsek Sidomukti bersama Bhabinkamtibmas dan petugas medis mendatangi lokasi penemuan seorang pria meninggal dunia diduga akibat gantung diri di sebuah kamar kos yang berada di Jl. Dewi Kunti No. 34 RT 12 RW 04, Kampung Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (19/05/2026).

Korban diketahui bernama Ng (47), warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.

Kapolsek Sidomukti Kompol Sunoto, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.40 WIB oleh saksi yang merupakan anggota keluarga korban.

“Korban terakhir diketahui berada di rumah pada Senin malam setelah pulang dari Boyolali untuk mencari pekerjaan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan,” jelas Sunoto,

Keesokan paginya, saksi merasa curiga karena pintu kamar korban masih tertutup. Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali yang dikaitkan pada tiang penyangga atap kamar.

Mengetahui kejadian tersebut, keluarga segera meminta bantuan warga dan menghubungi petugas Kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas Polsek Sidomukti bersama tenaga medis dari Puskesmas Kalicacing kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 8 hingga 12 jam sebelum ditemukan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px