URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pendidikan Kota Salatiga memastikan tidak ada anggaran insentif kesejahteraan bagi guru non-ASN di Salatiga pada 2026. Kebijakan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Muh Nasiruddin di Salatiga, Januari 2026, akibat efisiensi anggaran daerah, meski telah diajukan. Pemerintah berencana kembali mengusulkan anggaran tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sedih, Insentif Guru Non ASN Kota Salatiga Tidak Dianggarkan

Sedih, Insentif Guru Non ASN Kota Salatiga Tidak Dianggarkan

Sedih, Insentif Guru Non ASN Kota Salatiga Tidak Dianggarkan

Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dinas Pendidikan Kota Salatiga menerbitkan surat edaran mengenai tidak adanya anggaran insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan pada Tahun Anggaran 2026.

Surat edaran yang terbit pada Kamis, 8 Januari 2026, merujuk pada penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Pendidikan Nomor DPA/A.1/1.01.0.00.1.0000/001/2026 Tahun 2026 yang menyatakan anggaran insentif kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan tidak direkomendasikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh Nasiruddin, membenarkan kabar tersebut pada Minggu (11/1/2026).

“Memang benar kabar tersebut, bahwa tidak turunnya anggaran insentif bagi guru non-ASN pada tahun 2026 yang kami ajukan ke Pemerintah Kota Salatiga,” katanya seperti dikutip Kompas.com.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Salatiga telah berupaya mengusulkan anggaran tersebut, namun terkendala efisiensi anggaran dari Pemerintah Kota Salatiga.

“Kami sudah mengupayakan anggaran tersebut namun kondisi keuangan pemerintahan kota.”

“Kami sadar bahwa memang akan berdampak terhadap guru non-ASN, sehingga kami akan mencoba berupa mengajukan lagi anggaran tersebut,” ujarnya.

Surat edaran tersebut menyatakan bahwa tidak turunnya anggaran insentif kesejahteraan guru non-ASN di Kota Salatiga akan berdampak pada guru jenjang PAUD, RA, SD, SMP Swasta, MI, MTs, SPNF SKB, dan PKBM.

Sementara itu Syafii, seorang guru di salah satu sekolah swasta di Kota Salatiga, menyatakan ketiadaan anggaran insentif bagi guru non-ASN sangat memprihatinkan dan tidak adil.

“Menurut saya, tidak cairnya anggaran insentif guru non-ASN itu sangat memprihatinkan dan tidak adil, terutama bagi guru-guru yang selama ini sudah memenuhi syarat administrasi dan tetap mengabdi meski dengan kesejahteraan terbatas,” ujarnya.

Syafii, yang mulai bekerja sejak 2023 setelah lulus dari perguruan tinggi, menerima insentif dari pemerintah sebesar Rp 300.000.

Ia berharap pemerintah dapat bersikap transparan mengenai tidak turunnya anggaran insentif guru non-ASN dan memberikan kepastian atas hal tersebut, serta melihat insentif sebagai hak yang harus dipenuhi.

“Menjadikan insentif sebagai hak yang terjamin, bukan sekadar program tahunan yang bisa hilang begitu saja.” Tutupnya pelan.

BACA JUGA :

Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga