KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang

Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang

Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang

Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Foto Arief Rasika
Pengunjung tengah mengambil menu hidangan yang tersaji di tungku.

RASIKAFM.COM | TUNTANG – Makan siang dikawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, kini tak sekedar makan siang biasa. Bahkan sambil santap makan siang, anda bisa melihat tungku menggunakan kayu bakar sebagai media sumber api untuk memasak beragam hidangan tradisional yang diolah di atas wajan-wajan besar.

Chef Nampak mengaduk masakan secara berkala, memastikan setiap hidangan matang sempurna dan cita rasa tradisional tetap terjaga.

Nampak para pengunjung secara bergantian mengambil hidangan yang masih tersaji di atas tungku.

Beragam masakan tradisional disajikan hangat, mulai dari nasi, capcay, garang asem, tumpang koyor yang menggugah selera. Termasuk aneka gorengan seperti mendoan, sukun goreng, dan lain-lain.

Seorang pengunjung asal Salatiga, Septina Ika mengaku, sangat menikmati berbagai hidangan tradisional yang disajikan.

Ia mencicipi semua hidangan yang tersaji di atas tungku.

Dia tertarik mencicipi seluruh menu karena menghadirkan cita rasa masakan tradisional yang mengingatkannya pada masa kecil.

“Rasanya enak, seperti kembali ke masa lalu waktu masih kecil, dimasakin nenek,” ujar Ika.

Menurutnya makan disini membuat masakan lebih sedap dibanding dimasak menggunakan kompor.

“Hasil masakan pakai tungku itu lebih sedap, dibanding dengan massak dengan gas, ada aroma asapnya, jadi lebih enak. Yang paling aku suka garang asemnya,” ucapnya.

Sales marketing manager Horison Resort Tlogo, Martinus budi mengatakan, kopi klotok yang dimasak di atas tungku ini merupakan khas dari Pawon Tlogo.

Kopi tersebut menggunakan biji kopi lokal produksi sendiri bernama Java Tlogo, yang dipadukan dengan sejumlah rempah pilihan sehingga menghasilkan cita rasa khas Pawon Tlogo.

Konsep tradisional di Pawon Tlogo sengaja diusung untuk menyelaraskan identitas resort dengan sajian kuliner yang ditawarkan.

Pawon Tlogo mengangkat masakan tradisional Jawa.

Proses memasak pun tetap mempertahankan cara lama menggunakan tungku pawon.

“Konsepnya memang tradisional Jawa. Resort-nya Jawa, restorannya Jawa, jadi nuansa dan makanannya kami buat terintegrasi,” jelasnya.

Pawon Tlogo buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Sales marketing Resort Tlogo, Martinus Budi

Kabar Terkini

POPULER

Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]