URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seekor monyet ekor panjang berkeliaran di atap rumah warga Griya Ungaran Residence V, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin 19 Januari 2026. Kejadian ini membuat warga resah karena satwa tampak agresif. BPBD bersama Damkar melakukan pengecekan dan edukasi, menduga monyet hanya melintas dan belum ditemukan kembali.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Monyet Ekor Panjang Berkeliaran di Atap Rumah, Warga Griya Residence Ungaran Khawatir Diserang

Monyet Ekor Panjang Berkeliaran di Atap Rumah, Warga Griya Residence Ungaran Khawatir Diserang

Monyet Ekor Panjang Berkeliaran di Atap Rumah, Warga Griya Residence Ungaran Khawatir Diserang

Seekor monyet ekor panjang berkeliaran di atap rumah warga, kawasan Griya Ungaran Residence V, Gedanganak, Ungaran Timur, Senin (19/1/2026). Foto: tangkapan layar video warga.
Seekor monyet ekor panjang berkeliaran di atap rumah warga, kawasan Griya Ungaran Residence V, Gedanganak, Ungaran Timur, Senin (19/1/2026). Foto: tangkapan layar video warga.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Seekor monyet ekor panjang berukuran besar terlihat berkeliaran di atap rumah warga di kawasan Griya Ungaran Residence V, Kelurahan Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (19/1/2026).
Keberadaan satwa liar tersebut sempat membuat warga sekitar merasa was-was.

Salah satu warga, Herda (68), mengaku kaget dan takut dengan kemunculan monyet tersebut karena ukurannya yang cukup besar dan terlihat agresif. Rumah Herda berada tepat di seberang lokasi monyet terlihat.

“Monnyetnya besar, kelihatannya galak. Tadi waktu divideo anak saya, monyetnya seperti mau lompat. Sempat turun juga ke jalan depan rumah sekitar jam 6 pagi. Anak saya sempat bilang kasih pisang, tapi saya tidak berani, takut,” ujarnya.

Herda menambahkan, kemunculan monyet tersebut merupakan kejadian pertama dan berlangsung cukup lama. Ia memastikan tidak ada warga sekitar yang memelihara monyet, dan ada dugaan satwa itu berasal dari area belakang perumahan.

“Warga takut kalau sewaktu-waktu datang lagi dan masuk ke dalam rumah,” imbuhnya.

Menanggapi laporan warga, petugas BPBD Kabupaten Semarang bersama tim pemadam kebakaran langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun, saat petugas tiba, monyet tersebut sudah tidak berada di lokasi.

Petugas BPBD Kabupaten Semarang, Prapto Nugroho, menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan video dan koordinasi dengan warga, satwa yang terlihat adalah monyet ekor panjang.

“Kami sampaikan edukasi kepada masyarakat bahwa kemungkinan monyet itu hanya melintas karena tidak berkoloni, hanya satu ekor. Informasi dari warga juga menyebutkan baru terlihat pagi ini,” jelasnya.

Menurut Prapto, pihaknya belum bisa memastikan apakah monyet tersebut masih berada di sekitar perumahan atau sudah berpindah lokasi. Terlebih, di sekitar kawasan perumahan tidak terdapat perkebunan atau sumber makanan yang biasa menjadi habitat monyet.

“Hasil penyisiran di sekitar perumahan juga nihil,” pungkasnya.

Ia juga akan terus melakukan pemantauan di lokasi. Jika warga kembali melihat satwa primata itu berkeliaran, maka diminta segera melaporkan kepada petugas BPBD ataupun Damkar Kabupaten Semarang. (win)

BACA JUGA :

Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga