KABAR RASIKA

Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”

Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”

Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam rangka mewujudkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat wilayah yang profesional, terbuka, dan berorientasi pada akuntabilitas, Pemerintah Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, menghadirkan aksi perubahan melalui inovasi “SINERGI” (Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Berbasis Digitalisasi).

Inovasi SINERGI merupakan gagasan visioner dari Sekretaris Kelurahan Noborejo, Habibi, selaku Project Leader. Sistem ini hadir di tengah masyarakat dengan semangat mewujudkan pemerintah yang HADIR dan BerDAMPAK, memastikan setiap program kelurahan dapat berjalan lebih tepat sasaran, tepat waktu, dan transparan.

Peluncuran inovasi digital ini diresmikan secara langsung oleh Camat Argomulyo, Agus Dwi Budiono, didampingi Lurah Noborejo Megadharma Nurani Aditirta, bersamaan dengan momentum kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Dukuh Pamot RW 02 Noborejo, Minggu (21/6/2026).

Camat Argomulyo Agus Dwi Budiono memberikan apresiasi tinggi atas terobosan yang dilakukan oleh jajaran Kelurahan Noborejo ini.

“Semoga inovasi ini bermanfaat bagi masyarakat, dan ke depannya bisa turut diimplementasikan ke kelurahan lainnya,” ujar Agus Dwi Budiono.

Tak hanya mengedepankan transparansi publik, SINERGI juga membawa transformasi besar bagi manajemen internal Unit Kerja Kelurahan Noborejo. Lurah Noborejo Megadharma Nurani Aditirta menjelaskan bahwa sistem ini sangat vital dalam menunjang fungsi manajerial.

“Sistem ini sangat bermanfaat untuk koordinasi dan monev (monitoring dan evaluasi) sehingga capaian kinerja bisa terus dikawal dengan baik,” jelas Megadharma.

Melalui SINERGI, unsur pimpinan dimudahkan dalam melakukan optimalisasi supervisi, memantau capaian kinerja, dan realisasi anggaran secara real-time. Integritas data juga semakin terjamin lewat keseragaman format pelaporan dan pendokumentasian bukti kerja (evidence) yang valid. Terobosan ini secara efektif memangkas alur birokrasi koordinasi “antar meja” menjadi alur digital yang jauh lebih cepat dan efisien.

Langkah inovatif ini juga selaras dengan upaya mendukung pencapaian target Renstra Kecamatan Argomulyo serta menyokong terwujudnya visi Salatiga Smart City, melalui penyediaan basis data kewilayahan yang mutakhir dari tingkat kelurahan.

Bagi masyarakat, kehadiran SINERGI menjadi sarana pengawasan publik yang sangat dinantikan. Hal ini diakui oleh Sabar, salah seorang warga Noborejo yang hadir dalam peluncuran tersebut.

“Sangat bermanfaat, kami bisa mengetahui sejauh mana perkembangan pelaksanaan dana kelurahan melalui dasbor SINERGI,” ungkap Sabar dengan antusias.

Melalui integrasi sistem tata kelola digital ini, Kelurahan Noborejo terus membuktikan bahwa pelayanan aparatur pemerintah kini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bentuk nyata profesionalisme guna meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat luas.

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px