RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Jateng Ramai Wisatawan, Tapi Ekonominya Sudah Ikut Tumbuh?

Jateng Ramai Wisatawan, Tapi Ekonominya Sudah Ikut Tumbuh?

Jateng Ramai Wisatawan, Tapi Ekonominya Sudah Ikut Tumbuh?

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah , Mohamad Noor Nugroho

SEMARANG – Jawa Tengah punya Borobudur, Karimunjawa, Dieng, wisata religi, desa wisata hingga kekayaan budaya. Tapi ada satu pertanyaan penting: apakah pariwisata Jawa Tengah sudah benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru?

Pertanyaan itu menjadi salah satu bahasan utama Forum PUSAKA JATENG 2026 yang digelar Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat, 11 September 2026.

Mengangkat tema “Transformasi Pariwisata Jawa Tengah sebagai Sumber Pertumbuhan Baru yang Inklusif dan Berkelanjutan”, forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan untuk mencari strategi agar pariwisata tidak berhenti pada urusan jumlah kunjungan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah perlu terus dijaga sekaligus diperkuat kualitasnya.

Menurutnya, pariwisata menjadi salah satu sektor yang punya peluang besar karena berkaitan langsung dengan banyak aktivitas ekonomi, terutama akomodasi, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi hingga UMKM.

Artinya, wisatawan bukan sekadar datang. Mereka harus membelanjakan uangnya, menggerakkan usaha lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, juga menilai pariwisata memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan baru. Terlebih Jawa Tengah mempunyai kekayaan sejarah, budaya dan wisata religi yang tersebar di berbagai daerah.

Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan lebih jauh dengan melibatkan UMKM dan masyarakat lokal.

Namun, mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno mengingatkan, keberhasilan pariwisata jangan hanya diukur dari berapa banyak wisatawan yang datang.

Ada indikator yang tak kalah penting: berapa lama mereka tinggal dan apakah mereka mau kembali lagi.

Di sinilah tantangan Jawa Tengah.

Wisatawan datang, foto, lalu pulang — atau datang, tinggal lebih lama, belanja, menikmati berbagai destinasi dan akhirnya kembali lagi?

Menurut Sandiaga, tingkat kunjungan berulang menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kualitas pariwisata.

Forum PUSAKA JATENG 2026 juga menghadirkan pengalaman Bali dalam membangun ekosistem pariwisata berkualitas. Wakil Gubernur Bali periode 2018–2023, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, berbagi pengalaman mengenai transformasi pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara Kepala Bappeda Jawa Tengah, Yusmanto, membahas peluang pengembangan pariwisata ramah muslim berbasis desa. Akademisi sekaligus Wakil Ketua Bidang Pengembangan Akademik, Riset, dan Kajian ISEI Cabang Semarang, Prof. Firmansyah, mengangkat optimalisasi pariwisata untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah.

Forum yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima tersebut juga menghasilkan enam karya ilmiah terbaik melalui Call for Papers PUSAKA JATENG 2026.

Topiknya tidak hanya pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif berbasis pedesaan, ekonomi hijau dan digitalisasi pemerintah daerah.

Rekomendasi dari karya-karya tersebut selanjutnya disampaikan kepada pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan.

Pada akhirnya, tantangan pariwisata Jawa Tengah bukan sekadar mendatangkan lebih banyak wisatawan.

Yang lebih penting adalah bagaimana membuat mereka tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak, memberi manfaat kepada masyarakat lokal, dan punya alasan untuk datang kembali.

Karena kalau wisatawan hanya datang dan pergi, yang tumbuh mungkin angka kunjungannya. Tapi belum tentu ekonominya.

BACA JUGA :

Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah dan TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kempling Semar untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sepanjang Agustus 2026, program ini menjangkau 729 RW di 16 kecamatan dengan penyaluran 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng.
Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung
Pekan QRIS Nasional Jateng 2026 Disambut Antusias, Transaksi Digital Makin Diminati
Pekan QRIS Nasional Jateng 2026 Disambut Antusias, Transaksi Digital Makin Diminati
Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia dari Jawa Tengah mencatat transaksi Rp2,94 miliar dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC Jakarta, 20–23 Agustus. Capaian tersebut meningkat Rp1,93 miliar dibandingkan 2025, didorong perluasan produk terkurasi serta peluang kerja sama bisnis dengan pasar domestik dan mancanegara.
UMKM Jawa Tengah Mencatatkan Peningkatan Omzet Dalam KKI 2026
Lebih dari 100 UMKM binaan Bank Indonesia se-Jawa Tengah ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, 20–23 Agustus 2026, untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk lokal berorientasi ekspor dan berkelanjutan.
KKI 2026: Saatnya UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

kecelakaan
Duka di Malam Sabtu, Pengendara Honda Beat alami Laka hingga Meninggal
Kecelakaan melibatkan Honda Vario dan Honda Beat terjadi di Jalan Diponegoro, Sidorejo Lor, Kota Salatiga, Jumat (11/9/2026) malam. Pengendara Honda Beat, YSM (23), warga Salatiga, mengalami luka serius...
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat...
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang...
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, telah berkembang menjadi pesta rakyat yang melibatkan masyarakat lintas agama. Pernyataan itu disampaikan saat...
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan bongkar muat guna mengurangi kemacetan di jalur Salatiga-Magelang, terutama saat aktivitas pasar berlangsung dini hari.
Antrean Kendaraan Tembus 3 Km, Lahan Rp4,57 Miliar Disiapkan untuk Pasar Sayur Getasan
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan....
Muat Lebih

POPULER

Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
                          

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 159