URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sekolah Penggerak SDN Klero 3 Kecamatan Tengaran kabupaten Semarang melakukan pentas seni Rebana dalam rangka penjurian program unggulan Sekolah Penggerak, bertempat di candi Klero Sabtu 20-11-21 pagi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Junjung Tinggi Budaya Lokal, SD Klero 03 Pentas Rebana Di Candi Klero

Junjung Tinggi Budaya Lokal, SD Klero 03 Pentas Rebana Di Candi Klero

Junjung Tinggi Budaya Lokal, SD Klero 03 Pentas Rebana Di Candi Klero

featured-img

Dalam rangka menjunjung tinggi kearifan budaya lokal dan meningkatkan kecintaan anak akan seni budaya Rebana, Sekolah Penggerak SDN Klero 03 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang melakukan pentas seni Rebana dalam rangka praktek menerapkan projek Kearifan Lokal Program Sekolah Penggerak, bertempat di candi Klero Sabtu 20-11-21 pagi.

Kepada Rasika FM Kepala Sekolah Sumarni S.Pd, SD mengatakan jika kegiatan ini dalam rangka mewujudkan profil pelajar Pancasila disekolahnya yang merupakan Sekolah Penggerak tingkat kabupaten Semarang.

“kami mengupayakan agar siswa didik bisa kreatif, Mandiri dan bernalar kritis” ungkap Sumarni kepala SDN Klero 03.

Kepala SDN Klero 3 Sumarni. (Foto: dok.Humas)

Sumarni menambahkan melalui seni rebana diharapkan bisa membentuk kreatifitas anak apalagi seni ini juga dipadukan dengan tari-tarian.

“sebagai penyelenggara Sekolah Penggerak satu satunya dikecamatan Tengaran kami akan menampilkan terwujudnya Profil Pelajar Pancasila ” ujar Sumarni.

Sementara itu dalam acara yang berlangsung Sabtu pagi tersebut juga menarik perhatian warga masyarakat sekitar. Maklum saja dihari sabtu banyak warga yang berkunjung ke Candi Klero di Dusun Ngentak desa Klero Tengaran.

Siswa SDN Klero 3 saat pentas di Candi Klero

Pantauan Rasika acara yang berlangsung pagi hari tersebut dilakukan dengan prokes ketat

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon