URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Masyarakat diminta tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) selama masa transisi pandemi menuju endemi Covid-19.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Transisi Menuju Endemi, Masyarakat Diminta Jangan Abai Prokes

Transisi Menuju Endemi, Masyarakat Diminta Jangan Abai Prokes

Transisi Menuju Endemi, Masyarakat Diminta Jangan Abai Prokes

featured-img

UNGARAN – Pemerintah melonggarkan sejumlah aturan dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal tersebut berdasarkan kondisi pandemi Covid-19 yang mulai mereda. Meski begitu, masyarakat diminta tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) selama masa transisi pandemi menuju endemi Covid-19.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan pemerintah pusat tengah menyiapkan skema masa transisi dari pandemi ke endemi. Saat ini, lanjutnya, berbagai pelonggaran sudah diterapkan. Diantaranya dihapusnya syarat hasil tes Covid-19 negatif bagi pelaku perjalanan domestik baik darat, laut, dan udara. Selain itu, pemerintah menghapus kewajiban karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Sudah dua tahun kita berada di masa pandemi Covid-19. Tentu menjadi harapan bersama agar status berubah menjadi endemi saat Covid-19 dianggap sebagai penyakit biasa,” ujarnya dalam Sosialisasi Non Perda “Transisi Menuju Endemi Covid-19” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, belum lama ini.

Meski begitu, Bambang meminta masyarakat tetap menerapkan prokes selama masa transisi dari pandemi menuju endemi.

“Status endemi membutuhkan sejumlah syarat. Diantaranya tingkat penularan Covid-19 yang rendah dan dapat dikendalikan,” terangnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening yang menjadi narasumber menambahkan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang saat ini sudah jauh menurun. Per Minggu (13/3/2022), jumlah kasus aktif harian Covid-19 di Kabupaten Semarang berjumlah 239 dengan penambahan 24 kasus aktif baru. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding beberapa waktu lalu saat titik tertinggi kasus harian mencapai lebih dari 900 kasus.

“Bagi yang kondisi fisiknya bagus, Omicron tidak menimbulkan gejala berat. Tetapi bagi mereka yang lansia dan punya komorbid tetap berbahaya,” katanya.

Ia mengimbau meski ada pelonggaran sejumlah aturan dalam PPKM, masyarakat harus tetap mengetahui batasan.

“Artinya tidak serta merta bebas, prokes tetap harus jalan. Dengan begitu, roda perekonomian bisa tetap berjalan dan penularan dapat ditekan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nur Hidayat mengatakan endemi memiliki pengertian penyakit yang muncul dan menjadi karakteristik di wilayah tertentu, contohnya seperti malaria di Papua. Sedangkan pandemi merupakan wabah penyakit yang terjadi serempak dimana-mana dan meliputi daerah geografis yang luas.

“Nanti saat endemi, yang diobati adalah gejalanya. Kalau batuk, diobati batuknya. Jika pilek, diobati pileknya,” ujarnya.

Dikatakannya, puncak gelombang ketiga Covid-19 akibat munculnya varian Omicron Februari lalu sudah diperkirakan sebelumnya. Namun lonjakan kasus Omicron tidak sedahsyat varian Delta yang menyebabkan RS penuh hingga oksigen habis. Ia meminta setiap individu menjaga kehati-hatian masing-masing. Sebab, meski sebagian besar gejalanya ringan, Omicron tetap berisiko jika menjangkiti lansia, bayi, balita, dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

“Saya berharap warga yang sedang tidak sehat untuk istirahat dulu. Dalam kondisi tubuh yang bagus, maksimal lima hari sudah sembuh,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon