RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Komit Lestarikan Lingkungan, Kievit Berlakukan Aturan Potong Pohon 1 Tanam 3

Komit Lestarikan Lingkungan, Kievit Berlakukan Aturan Potong Pohon 1 Tanam 3

Komit Lestarikan Lingkungan, Kievit Berlakukan Aturan Potong Pohon 1 Tanam 3

H. Aryono Bambang Ardhyo

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Saat perusahaan industri banyak berlomba-lomba mengejar target produksi, PT Kievit Indonesia justru memilih jalan yang berbeda: menyatukan mesin pabrik dengan denyut alam. Di balik dinding pabrik yang kokoh, hidup sebuah prinsip yang terus dijaga—tebang satu pohon, wajib tanam tiga pohon baru.

“Pokoknya tebang satu, ganti tiga. Itu tradisi lama dari teman-teman saya dulu, dan saya teruskan,” ujar Direktur Utama PT Kievit Indonesia, H. Aryono Bambang Ardhyo.

Menurut Aryo, bukan sekadar aturan, melainkan “titah” perusahaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya. “Karena kalau misalnya satu ditebang, kita tanam tiga, katakanlah gagal dua, itu masih ada satu,” jelasnya sambil menambahkan, “Mungkin juga karena kita tinggalnya di Kota Salatiga, jadi gantinya tiga.”

Aryo mencontohkan sendiri saat harus menebang tiga pohon untuk proyek penambahan toilet karyawan, ia tak ragu menanam sembilan pohon pengganti. “Ini sudah jadi panggilan hati, bukan cuma kewajiban,” tegasnya.
Dari Pabrik Sampai Sawah Petani

Aryo punya prinsip kuat: perubahan harus dimulai dari dalam. “Ya, kita harus mulai dari rumah kita sendiri. Setidaknya apa yang kita lakukan di sini tidak mencemari alam sekitarnya,” ucapnya lantang.

Buktinya? PT Kievit memiliki unit pengolahan limbah (wastewater treatment) super canggih. Air hasil olahannya tak hanya aman, bahkan sudah setara kualitasnya dengan air minum. Bahkan para petani sekitar justru menanti air limbah bersih ini untuk mengairi sawah mereka saat kemarau.

Tak hanya ramah lingkungan, PT Kievit juga peduli penuh pada kesejahteraan karyawan. Baru-baru ini, mereka merayakan 1.000 hari tanpa kecelakaan kerja. Tapi tak berhenti di situ, urusan sekecil mouse komputer pun jadi perhatian.

“Ergonomi di kantor ini lho, pegang mouse itu ternyata kalau kita kelamaan, nanti tiba-tiba kayak kesemutan nggak jelas,” keluh Aryo sambil tertawa. Ia bahkan merenovasi total kantor tim pengelola limbah agar setara dengan kantor utama. “Tak bangun yang bagus, ya sepadan dengan kantor orang yang berkantor di depan. Jadi nggak ada bedanya.”

Kursi pun tak luput dari perhatiannya. “Soale nek kursine goyak-gayek, itu nggak bisa mikir,” ujarnya dengan logat khas Jawa.

Aryo percaya bahwa tanaman pun perlu diperhatikan layaknya makhluk hidup. “Kalau diajak ngobrol, kita lewatin, ini kan tempat ajang… Iya, makhluk,” katanya santai.

Contohnya? Pohon nangka di area pabrik yang dulu tandus, kini justru berbuah lebat. “Dulu ya gumun, biyen waktu aku datang pertama kali kok yo tandus ngono loh,” kenangnya.

Bukan Hanya di Dalam Pabrik

Pimpinan dan karyawan Kievit saat tanam pohon

Lewat serikat pegawainya, Kievit Word Council (KWC), PT Kievit juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Salah satunya, program rehabilitasi di Taman Nasional Gunung Merbabu. Mereka akan menanam pohon buah endemik di jalur Suwanting yang sempat terbakar.

“Karena itunya hilang, tanamannya, ini kera-kera sering mengganggu masyarakat, sering turun,” beber Aryo.
Tak hanya itu, di Rawa Pening, mereka punya rencana melepasliarkan ikan wader, ikan asli dan ikonik danau tersebut, guna menyeimbangkan ekosistem dari ancaman ikan nila yang invasif.

Dari sisi ekonomi, perusahaan ini juga memberdayakan masyarakat sekitar. Koperasi perusahaan dijadikan etalase bagi ibu-ibu warga untuk menitipkan jualan gorengan, nasi bungkus, dan aneka makanan.

Mengejar Proper Hijau, Tanpa Menutup Diri

Dengan semua praktik baik yang dijalankan, Aryo kini membidik penghargaan “Proper Hijau” dari pemerintah. Baginya, ini bukan soal prestise semata, melainkan pengakuan atas jalan sunyi yang sudah dilalui perusahaan.

Untuk itu, langkah konkret pun digulirkan. Salah satunya, kerja sama dengan PLN untuk mengganti mesin pre-heater berbasis fosil dengan listrik energi terbarukan. Proyek ini dikembangkan selama dua tahun, demi satu tujuan: dekarbonisasi.
Dan menariknya, Aryo tak pelit ilmu.

“Kenapa kita tidak menutup diri? Karena cara-cara kita mengkonservasi alam di sini itu patut diketahui orang lain sebagai contoh. Mereka juga bisa belajar dari sini,” pungkasnya.

Hasil kerja nyata dari langkah Aryo dan sebagai Sebagai bentuk apresiasi, saat peringatan Hari Lingkungan Hidup, Pemkot Salatiga memberikan Piagam Penghargaan kepada PT Kievit Indonesia karena konsisten mendukung gerakan zero waste dan cleaner production. Tak salah, jika perusahaan ini kini disebut sebagai industri dengan jiwa hijau yang tulus.

Aryo saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana