URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak enam pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran dijamas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (14/3/2022). Keenam pusaka milik Bupati Semarang itu dijamas dalam acara peringatan hari jadi ke-501 Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pusaka Peninggalan Ki Ageng Pandanaran Dijamas 19 Air Suci

Pusaka Peninggalan Ki Ageng Pandanaran Dijamas 19 Air Suci

Pusaka Peninggalan Ki Ageng Pandanaran Dijamas 19 Air Suci

featured-img

UNGARAN – Sebanyak enam pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran dijamas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (14/3/2022). Keenam pusaka milik Bupati Semarang itu dijamas dalam acara peringatan hari jadi ke-501 Kabupaten Semarang.

Juru kunci pusaka Kabupaten Semarang, Edy Sukarno menuturkan enam pusaka yang dijamas terdiri dari tombak Kyai Ageng Baru, dua tombak trisula, dua Duwung Luk 9 dan Duwung Luk 7.

“Secara filosofi jamasan itu membersihkan pusaka agar tidak berkarat. Selain itu juga nguri-uri kabudayan, dimana pusaka ini merupakan peninggalan Bupati Semarang yang pertama,” jelasnya.

Ditambahkan Edy, proses jamasan pusaka tahun ini relatif tidak ada perbedaan dengan prosesi jamasan tahun lalu.

“Mungkin bedanya tahun lalu air jamasan diambil dari 11 sumber mata air, kali ini diambil dari 19 sumber mata air masing-masing kecamatan dipadukan dengan kembang setaman,” kata dia.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan jamasan pusaka merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Tujuannya untuk nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa yang masih ada.

“Pusaka-pusaka ini peninggalan Ki Ageng Pandanaran yang merupakan Bupati Semarang yang pertama yang harus kita rawat,” urainya.

Sebelum jamasan pusaka, ditambahkan Ngesti, pada Minggu (13/3/2021) telah digelar acara tirakatan Merti Bumi Serasi di Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang yang pada saat itu merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Semarang.

“Harapan kami di usia 501 tahun ini Kabupaten Semarang tetap ayem tentrem gemah ripah loh jinawi menuju daerah yang bersatu, berdaulat, berkepribadian, sejahtera dan mandiri (berdikari). Selain itu semoga pendemi Covid-19 segera berakhir,” harapnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon