URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjajal offroad di lereng Gunung Slamet, tepatnya di obyek wisata Baturraden Purwokerto, Minggu (17/7). Bersama anggota komunitas Jagawana Offroad, Ganjar didampingi Bupati Banyumas, Achmad Husein menyusuri hutan belantara di obyek wisata itu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Offroad di Lereng Gunung Slamet, Ganjar; Sensasinya Luar Biasa

Offroad di Lereng Gunung Slamet, Ganjar; Sensasinya Luar Biasa

Offroad di Lereng Gunung Slamet, Ganjar; Sensasinya Luar Biasa

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjajal offroad di lereng Gunung Slamet, tepatnya di obyek wisata Baturraden Purwokerto, Minggu (17/7).
featured-img

BANYUMAS – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjajal offroad di lereng Gunung Slamet, tepatnya di obyek wisata Baturraden Purwokerto, Minggu (17/7). Bersama anggota komunitas Jagawana Offroad, Ganjar didampingi Bupati Banyumas, Achmad Husein menyusuri hutan belantara di obyek wisata itu.

Ganjar nampak begitu semangat menyusuri jalan terjal berbatu dan berliku. Bahkan, ada satu jalur dimana mobil yang dinaiki Ganjar harus menyusuri jalan becek dan kubangan.

Naik di kursi depan, Ganjar terlihat tertawa dan menikmati perjalanan. Bahkan, Ganjar sempat ganti mobil karena jeep yang dinaikinya mogok di tengah jalan.

“Ini seru sekali. Tapi sebenarnya tadi belum menjajal semua trek yang ada. Yang kita lewati tadi baru trek pendek, masih ada trek panjang itu lebih seru karena melewati sungai. Tapi ini bagus, sensasinya luar biasa,” kata Ganjar.

Ganjar bahkan membayangkan, jika dirinya bisa menyopiri sendiri Jeep yang dinaikinya itu menyusuri jalur yang ada. Ia pasti merasakan sensasi yang lebih dahsyat.

“Sebenarnya kalau mau jajal sendiri nyopir dengan offroad, wah sensasinya lebih. Sayang tangan saya belum sembuh. Padahal sudah kebelet nyopir,” imbuhnya sambil tertawa.

Sepanjang perjalanan offroad itu, Ganjar mengatakan melihat potensi pariwisata yang sangat besar di Baturraden. Suasana wisata alam yang masih asri, serta potensi lain yang sudah dikembangkan.

“Potensi pariwisatanya bagus. Di atas tadi ada tempat glamping bagus sekali dengan pemandangan kota. Ada juga kebun raya yang dikelola Pemprov Jateng. Ini bagus banget dan potensi wisatanya masih ada peluang untuk terus dikembangkan,” jelasnya.

Ganjar mengusulkan wisata yang dikembangkan adalah outdoor activity. Ia berharap, banyak orang-orang kreatif di Banyumas khususnya anak-anak muda yang menggarap potensi ini.

“Halo warga yang di sekitar Banyumas, ayo munculkan kreativitas dan sering-sering buat event di sini lebih banyak lagi. Dan buat kalian yang mau wisata outdoor, ayo datang ke Baturraden. Di sini akan mendapat banyak pengalaman seru,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Jagawana Offroad, Rian mengatakan, wisata offroad di Baturraden sudah dimulai sejak lima tahun lalu. Wisata itu menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang ingin menjajal adrenalin sekaligus keindahan alam.

“Kami ada beberapa trip. Kalau trip pendek selama satu jam perjalanan, biaya sewa permobil Rp350.000. Tapi kalau trip panjang selama tiga jam, itu biayanya Rp650.000,” ucapnya.

Setiap hari komunitas Jagawana Offroad melayani wisatawan. Namun biasanya, yang paling ramai adalah saat weekend atau libur hari-hari besar nasional.

“Kalau Sabtu-Minggu seperti ini, biasanya 10-15 armada keluar untuk melayani wisatawan. Tapi kalau hari-hari biasa, ya kadang-kadang saja,” jelasnya.

BACA JUGA :

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved