KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Universitas Indonesia Jadikan Semarang Sebagai Kota Terbaik di Indonesia

Universitas Indonesia Jadikan Semarang Sebagai Kota Terbaik di Indonesia

Universitas Indonesia Jadikan Semarang Sebagai Kota Terbaik di Indonesia

Pembangunan Semarang dibawah kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Bahkan Ibu kota Jawa Tengah bersama Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, selalu keluar sebagai yang terbaik di Indonesia dalam berbagai penilaian. Predikat – predikat seperti Pelayanan Publik Terbaik dari KemenPAN-RB, Kota Pembangunan Terbaik dari Bappenas RI, hingga Kota Mahasiswa Terbaik dari UNJ adalah sebagian apresiasi yang telah didapatkan.

Kini yang terbaru, Universitas Indonesia pun turut menetapkan Semarang sebagai kota terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian UI Green Metric. Dimana penilaian dilakukan dengan mencakup 6 variabel, yaitu soal penataan ruang, tata kelola air, tatak kelola sampah / limbah, penggunaan energi terbarukan, manajerial akses mobilitas, dan tata pamong / pemerintahan.

Dari hasil pemeringkatan penilaian yang dilakukan, Kota Semarang kemudian berhasil menduduki peringkat pertama dengan penilaian tertinggi pada penataan ruang dan infrastruktur. Sehingga kemudian Kota Semarang dinobatkan sebagai yang terbaik mengungguli daerah – daerah lain di Indonesia seperti kota administrasi Jakarta Selatan, Kota Parepare, Kota Madiun, Kota Padang, dan Kota Kediri.

Secara detail, Ketua UI Green Metric, Prof. Dr. Riri Fitri Sari, M.Sc., MM, menjelaskan jika pemeringkatan dilandasi atas tiga pilar, yakni Lingkungan Hidup, Ekonomi, dan Sosial dengan bobot indikator penilaian yang terdiri atas Penataan Ruang dan Infrastruktur (16 persen), Energi dan Perubahan Iklim (19 persen), Tata Kelola Sampah dan Limbah (19 persen), Tata Kelola Air (15 persen), Akses dan Mobilitas (16 persen), Tatapamong/Governance (15 persen.

Riri melanjutkan, UI Green Metric tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran Kabupaten/Kota terhadap keberlanjutan, namun mendorong seluruh masyarakat Kabupaten/Kota di Indonesia agar turut mendukung segala bentuk upaya peningkatan Kabupaten/Kota yang hijau dan berkelanjutan dengan endorsement dari pihak Kementerian.

Dia pun berharap UI Green Metric dapat digunakan sebagai sebuah dasar program berkelanjutan. “Semoga semangatnya terus menggema di kota dan kabupaten kita dan akan menjadi champion perubahan dan Indonesia akan semakin jaya,” ungkap guru besar Universitas Indonesia tersebut.

Sementara itu, apresiasi untuk Kota Semarang dari Universitas Indonesia tersebut pun diterima langsung Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Kamis (21/7). Bertempat di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Hendi pun mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Universitas Indonesia kepada Kota Semarang.

“Sejak awal saya meyakini alam yang kita nikmati hari ini bukanlah sebuah warisan, melainkan sebuah titipan yang harus kita jaga dan rawat untuk anak, cucu, dan cicit kita,” tegas Hendi saat menerima penghargaan. “Maka terima kasih atas apresiasi ini, Ini bukan akhir dari rencana kita tapi adalah awal dari kegiatan pembangunan ke depannya,” pungkas Wali Kota Semarang itu.

Di sisi lain, Hendi yang dalam kesempatan tersebut juga diminta untuk memaparkan best practice di Kota Semarang, menekankan jika pembangunan berwawasan lingkungan memang masuk menjadi 1 dari 5 misi pembangunan yang dibawanya.

Dirinya memaparkan sesuai dengan variabel UI Greencity Metric bahwa tata tuang dan infrastruktur berkelanjutan terus ditingkatkan di Kota Semarang seperti penataan kawasan kumuh dengan adanya 104 kampung pertanian kota yang menghasilkan tanaman sayur dan buah yang bermanfaat untuk masyarakat di lahan sempit. “Kita juga memperbanyak rumput vetiver untuk pencegahan tanah longsor dan setiap tahun harus ada perbaikan di minimal 5 RTH dengan mengembangkan tanah agar lebih bermanfaat,” lanjut Hendi.

Sementara terkait energi dan iklim, Hendi menerangkan adanya jumlah BRT sebanyak 250 unit yang beroperasi dengan Bahan Bakar Gas (BBG) dan di tahun 2022 membuat 3 stasiun pompa bahan bakar gas (SPBG) untuk melengkapi suplai gas. Serta ada mobil dan motor listrik dan program setiap hari Rabu ASN tidak menggunakan kendaraan pribadi tetapi menggunakan kendaraan umum atau angkutan berbasis online.

“Kami berharap kita bersama bisa ciptakan kota yang nyaman untuk warga kota Semarang. Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi penyemangat kita dalam menyempurnakan sustainability semoga semakin lestari untuk anak cucu kita,” tutupnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]