URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BAZNAS Kabupaten Semarang untuk pertama kalinya mengelola penyembelihan dam haji dari 93 jamaah asal Kabupaten Semarang di RPH Candirejo, Kecamatan Tuntang, Sabtu (30/5/2026). Program yang dilaksanakan berdasarkan regulasi pemerintah tersebut menyalurkan daging dam tamattu’ kepada masyarakat fakir miskin melalui kerja sama dengan Dinas Sosial dan DP3AKB agar bantuan tepat sasaran.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pertama Kali, BAZNAS Kabupaten Semarang Sembelih 93 Kambing Dam Haji

Pertama Kali, BAZNAS Kabupaten Semarang Sembelih 93 Kambing Dam Haji

Pertama Kali, BAZNAS Kabupaten Semarang Sembelih 93 Kambing Dam Haji

Penyerahan dam haji berupa kambing secara simbolis dari Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadik Faisol kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi Wakil Bupati Nur Arifah di RPH Candirejo, Kecamatan Tuntang, Sabtu (30/5/2026). Foto: win
Penyerahan dam haji berupa kambing secara simbolis dari Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadik Faisol kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi Wakil Bupati Nur Arifah di RPH Candirejo, Kecamatan Tuntang, Sabtu (30/5/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – BAZNAS Kabupaten Semarang untuk pertama kalinya mengelola penyembelihan dam (denda) haji yang dititipkan oleh jamaah haji asal Kabupaten Semarang. Sebanyak 93 ekor kambing disembelih dan dagingnya disalurkan kepada masyarakat fakir miskin di wilayah Kabupaten Semarang.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadik Faisol, mengatakan penyelenggaraan dam haji di daerah dilakukan menyusul adanya regulasi pemerintah yang memperbolehkan penyembelihan dam haji dilaksanakan di tanah air.

“Karena regulasi pemerintah bahwa penyembelihan dam haji boleh di tanah air, maka kami ikut serta dalam penyelenggaraan yang menjadi kebijakan negara ini. Kami melakukan sosialisasi kepada para jamaah dan alhamdulillah mendapat respons yang baik,” ujarnya ditemui di sela kegiatan penyembelihan kambing di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Khadik, sebanyak 93 jamaah haji mempercayakan pelaksanaan dam haji kepada BAZNAS Kabupaten Semarang. Seluruh dam yang dititipkan berupa kambing dengan nilai sekitar Rp 2,8 juta per ekor. Ia menjelaskan dam yang ditunaikan merupakan dam tamattu’, yakni kewajiban bagi jamaah yang melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu sebelum menunaikan haji pada musim haji yang sama. Dam tersebut bukan merupakan denda akibat pelanggaran selama menjalankan ibadah haji.

“Dam yang dititipkan ke kami itu dam tamattu’, jadi memang hukumnya wajib, bukan karena pelanggaran yang mereka lakukan,” jelasnya.

Daging hasil penyembelihan dam haji tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat fakir miskin. Dalam proses pendistribusian, BAZNAS bekerja sama dengan Dinas Sosial dan DP3AKB Kabupaten Semarang untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Penyalurannya wajib kepada fakir miskin. Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial dan DP3AKB. Data penerima sudah kami siapkan dan daging akan didistribusikan melalui pihak yang mengoordinasikan di masing-masing wilayah,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengapresiasi kepercayaan para jamaah haji yang menitipkan dam kepada BAZNAS Kabupaten Semarang.
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan jumlah 93 ekor kambing dan asumsi setiap ekor dapat dinikmati 10 hingga 15 penerima manfaat, maka diperkirakan lebih dari seribu warga dapat menerima daging dam haji tahun ini.

“Kami bersama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS dan para jamaah haji yang telah mempercayakan dam hajinya kepada BAZNAS Kabupaten Semarang,” kata Ngesti.

Ia berharap pelaksanaan dam haji melalui BAZNAS dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang. Jika tahun ini jumlahnya mencapai 93 ekor kambing, ia optimistis jumlah tersebut dapat meningkat menjadi 200 hingga 300 ekor pada tahun depan.

“Sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain dam haji, Ngesti juga berharap penyaluran hewan kurban pada momentum Iduladha tahun ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat kurang mampu. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga memiliki nilai sosial yang besar bagi para penerima manfaat. (win)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga