KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Diduga Kurang Hati Hati Saat Menyalip, Pasutri Warga Tuntang Meninggal, Akibat Alami Laka di Jalan Fatmawati Salatiga

Diduga Kurang Hati Hati Saat Menyalip, Pasutri Warga Tuntang Meninggal, Akibat Alami Laka di Jalan Fatmawati Salatiga

Diduga Kurang Hati Hati Saat Menyalip, Pasutri Warga Tuntang Meninggal, Akibat Alami Laka di Jalan Fatmawati Salatiga

Akibat musibah kecelakaan yang terjadi di jalan Fatmawati Blotongan Salatiga pukul 13.40, Minggu (4/9/2022), Dua orang meninggal dunia seketika.

Korban meninggal yakni Jumain dan Tumini warga Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Keduanya berboncengan saat membawa bronjong sayur, di Jalan Fatmawati depan Gereja GKJ Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Data dari Satlantas Polres Salatiga menyebut Kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut yakni Yamaha Vega berpelat nomor H 6023 UL, Mitsubishi Colt berpelat nomor H 1522 BB, dan Honda Mobilio berpelat nomor H 1628 SH.

Saksi, Nissa mengatakan, kecelakaan terjadi saat motor melaju dari arah Kauman menuju Blotongan.

“Motor tersebut melaju di belakang mobil Honda Mobilio,” kata Nissa.

Saat itu Mitsubishi Colt berjalan dari arah sebaliknya.

“Sesampainya di lokasi kejadian, motor melewati garis marka kemudian membentur Mitsubishi Colt yang melintas didepanya ,” jelasnya.

Setelah membentur Mitsubishi Colt, sepeda motor tersebut membentur Honda Mobilio.

“Lalu motor terpelanting ke kiri dan membentur Honda Mobilio, Motor tersebut rusak sampai tidak berbentuk dan mobil rusak bagian depan” tambah saksi.

Kasat Lantas Polres Salatiga, AKP Betty Nugroho melalui Kasi Humas IPTU Henri Widyoriani saat dikonfirmasi rasikafm.com mengatakan, dalam peristiwa kecelakaan tersebut dua orang meninggal dunia. Keduanya yakni pengendara dan pembonceng sepeda motor.

“Korban meninggal bernama Jumain (57) pengendara sepeda motor. Ia mengalami lecet pada pipi kanan dan sobek kaki kanan. Sedangkan korban meninggal lainya pembonceng bernama Tumini (52) mengalami luka luka robek pada kepala dan lecet pada wajah kanan,”katanya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]