URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Akibat musibah kecelakaan yang terjadi di jalan Fatmawati Blotongan Salatiga pukul 13.40, Minggu (4/9/2022), Dua orang meninggal dunia seketika.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diduga Kurang Hati Hati Saat Menyalip, Pasutri Warga Tuntang Meninggal, Akibat Alami Laka di Jalan Fatmawati Salatiga

Diduga Kurang Hati Hati Saat Menyalip, Pasutri Warga Tuntang Meninggal, Akibat Alami Laka di Jalan Fatmawati Salatiga

Diduga Kurang Hati Hati Saat Menyalip, Pasutri Warga Tuntang Meninggal, Akibat Alami Laka di Jalan Fatmawati Salatiga

featured-img

Akibat musibah kecelakaan yang terjadi di jalan Fatmawati Blotongan Salatiga pukul 13.40, Minggu (4/9/2022), Dua orang meninggal dunia seketika.

Korban meninggal yakni Jumain dan Tumini warga Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Keduanya berboncengan saat membawa bronjong sayur, di Jalan Fatmawati depan Gereja GKJ Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Data dari Satlantas Polres Salatiga menyebut Kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut yakni Yamaha Vega berpelat nomor H 6023 UL, Mitsubishi Colt berpelat nomor H 1522 BB, dan Honda Mobilio berpelat nomor H 1628 SH.

Saksi, Nissa mengatakan, kecelakaan terjadi saat motor melaju dari arah Kauman menuju Blotongan.

“Motor tersebut melaju di belakang mobil Honda Mobilio,” kata Nissa.

Saat itu Mitsubishi Colt berjalan dari arah sebaliknya.

“Sesampainya di lokasi kejadian, motor melewati garis marka kemudian membentur Mitsubishi Colt yang melintas didepanya ,” jelasnya.

Setelah membentur Mitsubishi Colt, sepeda motor tersebut membentur Honda Mobilio.

“Lalu motor terpelanting ke kiri dan membentur Honda Mobilio, Motor tersebut rusak sampai tidak berbentuk dan mobil rusak bagian depan” tambah saksi.

Kasat Lantas Polres Salatiga, AKP Betty Nugroho melalui Kasi Humas IPTU Henri Widyoriani saat dikonfirmasi rasikafm.com mengatakan, dalam peristiwa kecelakaan tersebut dua orang meninggal dunia. Keduanya yakni pengendara dan pembonceng sepeda motor.

“Korban meninggal bernama Jumain (57) pengendara sepeda motor. Ia mengalami lecet pada pipi kanan dan sobek kaki kanan. Sedangkan korban meninggal lainya pembonceng bernama Tumini (52) mengalami luka luka robek pada kepala dan lecet pada wajah kanan,”katanya.

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga