URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Dan biasanya dilakukan setiap selesai Sholat Jumat dengan sasaran atau lokasi selalu berpindah-pindah tidak hanya di wilayah Kota Salatiga saja. Namun, sebagian besar aksinya ini dilakukan di makam-makam di seputaran Kota Salatiga" kata koordinator, Joko Tirtono SH, alias Jack

Mbak Google

KABAR RASIKA

Relawan Resik Resik Kuburan Salatiga, Kerap Bersihkan Makam Kurang Terawat. Aksinya Ini Jauh Dari Unsur Politik

Relawan Resik Resik Kuburan Salatiga, Kerap Bersihkan Makam Kurang Terawat. Aksinya Ini Jauh Dari Unsur Politik

Relawan Resik Resik Kuburan Salatiga, Kerap Bersihkan Makam Kurang Terawat. Aksinya Ini Jauh Dari Unsur Politik

featured-img

Keberadaan “Relawan Resik-Resik Kubur” Salatiga memiliki kegiatan utama yakni bersih-bersih makam.

Sang koordinator, Joko Tirtono SH, alias Jack mengatakan, bahwa langkahnya melaksanakan bersih-bersih makam ini telah berlangsung sejak tiga tahun.

“Dan biasanya dilakukan setiap selesai Sholat Jumat dengan sasaran atau lokasi selalu berpindah-pindah tidak hanya di wilayah Kota Salatiga saja. Namun, sebagian besar aksinya ini dilakukan di makam-makam di seputaran Kota Salatiga” kata Jack.

Dia menambahkan, selama hampir tahun ini, sembilan orang yang peduli akan bersih-bersih makam secara rutin melakukan aksinya usai sholat Jumat. Untuk sasaran tempatnya, selalu berpindah dari makam yang satu ke makam yang lain.

“utamanya, makam yang dinilainya kurang terawat atau banyak ditumbuhi rerumputan di komplek itu. Langkahnya bersih-bersih makam ini, sebagai bentuk refleksi hati dan refleksi jiwa serta akan rasa senasib dan sepaham dari sembilan orang anggota ini,” jelas Jack, Minggu (9/10/22).

Pihaknya menegaskan bahwa sembilan orang yang peduli akan kebersihan makam ini, melakukan aksinya dengan tulus iklas. Kami telah sepakat satu tujuan tanpa mendapat bayaran bahkan tidak ada sama sekali unsur politisnya. Sekali lagi, ini semua merupakan suatu bentuk refleksi jiwa dan refleksi hati dari rasa senasib dan sepaham.

Kegiatan Relawan saat membersihkan makam (Poto dok jack)

Joko Tirtono menambahkan, teman temanya yang berjumlah sembilan orang memiliki semboyan wali sanga. Bagi dia hujan dan panas tak menghalangi niatnya untuk beramal tenaga membersihkan kuburan. Tak jarang ada juga masyarakat yang meminta pertolonganya menebang pohon angker.

Kegiatan sosial bersih bersih kuburan di akui dia sebagai cara untuk mengingatkan komunitasnya kepada kematian. Ada hidup dalam kematian dan ada kematian dalam hidup.

Dengan terus mengingat adanya kematian, manusia akan eling dan memiliki rasa syukur, jika hidup di dunia hanya sesaat. Kelak di kehidupan yang akan datang itulah manusia memulai kehidupan panjangnya sampai akhir dunia.

“Hari ini Kita mulai pembersihan di Makan Ngentak Kota Salatiga, semoga kerja keras dan keiklasan ini bisa bermanfaat”, terang Joko Tirtono SH atau yang sering di panggil om Jack.

Profil relawan

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon