KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sanggar Sakuntala Salatiga Gelar Pentas Seni Bertajuk Geliat Budaya, Mencipta Karakter Bangsa

Sanggar Sakuntala Salatiga Gelar Pentas Seni Bertajuk Geliat Budaya, Mencipta Karakter Bangsa

Sanggar Sakuntala Salatiga Gelar Pentas Seni Bertajuk Geliat Budaya, Mencipta Karakter Bangsa

RASIKAFM. COM|SALATIGA – Sanggar Seni Sakuntala Salatiga pimpinan Drs. Wido Purwadi, M.Pd., menggelar pentas seni, Selasa (20/12/2022) di Kanopi Pasar Raya II Jalan Jendral Sudirman Kota Salatiga. Kegiatan ini merupakan fasilitasi dari dana hibah aspirasi lewat Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKS, Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd. Tema yang diangkat dalam pertunjukan seni ini, yaitu “Geliat Budaya, Mencipta Karakter Bangsa”.

Ketua Sanggar Seni Sakuntala Salatiga, Wido Purwadi mengatakan bahwa dengan budaya yang adiluhung dapat membentuk karakter anak bangsa yang baik. Pementasan berbagai kesenian ini ditampilkan oleh seniman seniwati dari usia PAUD hingga dewasa. Ada lebih dari sepuluh tarian menghibur masyarakat Kota Salatiga ditambah penampilan dari “Cantrik Band”.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Ida Nurul Farida, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PKS yang telah memberikan hibahnya kepada kami. Selain untuk melestarikan budaya yang telah ada, kegiatan ini juga sebagai cara untuk membentuk karakter anak bangsa yang baik. Senang sekali anak-anak malam ini bisa pentas. Para orang tua juga bangga dan bersyukur atas terselenggarakannya kegiatan yang sangat positif ini,” kata Wido Purwadi.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sanggar Seni Sakuntala yang terus berkontribusi untuk pembangunan negeri melalui budaya. Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dalam bentuk cerita namun perlu untuk dipentaskan. Dengan dipentaskan maka para pelaku seni dan budaya akan terus semangat melestarikan budaya bangsa yang luar biasa. Pentas seni yang terselenggara juga sebagai hiburan edukatif bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kepada Sanggar Seni Sakuntala yang tidak pernah surut menggeliatkan kesenian dan kebudayaan di Kota Salatiga. Pentas seni yang terselenggara ini bisa menjadi alternatif hiburan yang edukatif bagi masyarakat. Pentas ini sangat penting. Kesenian dan kebudayaan tidak cukup hanya berupa cerita tapi perlu dipentaskan sebagai apresiasi para pecinta seni. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan ke depan bisa merata diselenggarakan di seluruh kecamatan di Kota Salatiga,” kata Ida Nurul Farida.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pj. Walikota Salatiga, Sinoeng Noegroho Rachmadi yang juga bangga dan memberikan apresiasi atas pentas seni yang digelar. Beliau juga memberikan penghargaan berupa uang tunai kepada tiga penampilan terbaik. Tidak ketinggalan, Muh. Haris, Wakil Walikota Salatiga dua periode yang juga pembina Sanggar Seni Sakuntala mengajak masyarakat untuk mencintai budaya dan kesenian yang ada di Kota Salatiga. Menurutnya, para pelaku kesenian harus diberikan wadah yang memadai untuk mengekspresikan kesenian yang dipelajari. Lebih-lebih Kota Salatiga juga sebagai kota budaya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]