URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak pelajar untuk peka terhadap kondisi bencana dan lingkungan di wilayah terdekat melalui acara Edukasi Tanggap Bencana di SMAN 1 Subah, Kabupaten Batang. Pelajar diajarkan tentang pencegahan, penanggulangan, tanggap darurat, dan pascabencana oleh berbagai pihak seperti BPBD, PMI, Tagana, SAR, dan TNI-Polri.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Ajak Pelajar Peka Terhadap Kondisi Bencana dan Lingkungan di Wilayah Terdekat

Ganjar Ajak Pelajar Peka Terhadap Kondisi Bencana dan Lingkungan di Wilayah Terdekat

Ganjar Ajak Pelajar Peka Terhadap Kondisi Bencana dan Lingkungan di Wilayah Terdekat

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara dalam acara Edukasi Tanggap Bencana bagi pemangku kepentingan dan generasi muda dengan model multi helix di SMAN 1 Subah, Kabupaten Batang, Jumat (17/3/2023).

Pemprov Jateng

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menjadi pembicara dalam acara Edukasi Tanggap Bencana bagi pemangku kepentingan dan generasi muda dengan model multi helix di SMAN 1 Subah, Kabupaten Batang, Jumat (17/3/2023).
Featured Image

Batang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak pelajar untuk peka dengan kondisi kebencanaan dan lingkungan di wilayah terdekat, serta cara penyelesaiaannya. Hal itu disampaikan Ganjar, saat menjadi pembicara dalam acara Edukasi Tanggap Bencana bagi pemangku kepentingan dan generasi muda dengan model multi helix di SMAN 1 Subah, Kabupaten Batang, Jumat (17/3/2023).

“Ini bagian dari upaya kita. Satu, memperkenalkan kondisi yang ada di wilayah terdekat kita khususnya terkait dengan bencana. Dua, agar sekolah-sekolah juga paham bencana,.sehingga apa yang mesti dilakukan, mulai dari pencegahan, terus kemudian bagaimana menanggulangi pada saat kejadian, tanggap darurat, sampai dengan pascabencana,” kata Ganjar, ditemui seusai acara.

Menurutnya, pelajar dan warga sekolah lainnya harus paham betul apa yang mesti dilakukan, ketika terjadi bencana. Untuk itu, berbagai pelatihan diberikan dengan menggandeng BPBD, PMI, Tagana, SAR, dan TNI-Polri. Pelatihan itu diberikan agar mereka terbiasa, dan memiliki keterampilan saat berada dalam kondisi bencana.

“Maka dengan cara pelatihan ini, mereka akan mengerti bencananya apa saja sih. Di Batang ini bencana di pinggir pantai ada rob. Tapi ternyata tadi ada yang bilang ada tanah longsor. Kemudian mereka tahu bagaimana proses sedimentasi yang ada di sungai, sehingga rumah yang ada di pinggir sungai itu kebanjiran,” beber gubernur.

Ganjar dalam menyampaikan materi lebih banyak berdialog dengan para pelajar. Beberapa pertanyaan mendasar tentang kebencanaan dilontarkan gubernur berambut putih itu kepada pelajar. Respons pelajar juga sangat bagus, dengan berlomba-lomba menjawab pertanyaan dari Ganjar.

“Mereka tahu, sedimentasi itu karena hutannya gundul. Kamu menanam nggak, kalau menanam pohon apa, pohon cabai atau pohon keras? Itu yang kemudian muncul sehingga mereka bisa tahu,” ungkapnya.

Bahkan, beberapa pelajar sudah memiliki kepekaan mengenai kondisi bencana dan juga masalah lingkungan. Seorang pelajar yang diajak berdialog dengan Ganjar menyampaikan, dirinya di rumah sudah diajari oleh orangtuanya apabila terjadi bencana, semisal gempa atau banjir. Pelajar itu mengatakan barang penting apa yang pertama harus diselamatkan. Ia juga menyampaikan, di rumahnya surat-surat penting sudah dijadikan satu dan disimpan di tempat yang aman dan mudah diakses.

“Harapan saya, di sekolah-sekolah ini semua dikenalkan, diajari tentang kebencanaan dan bagaimana menanggulanginya. Di samping itu, program kami yang tidak boleh berhenti adalah pendidikan antikorupsi, mulai dari anak-anak sekolah ini. Biar mereka kemudian punya pengalaman yang bagus, ilmu yang bagus sehingga bermanfaat,” tandas Ganjar.

BACA JUGA :

Gubernur Ahmad Luthfi
Jalan Randublatung–Cepu Jadi Prioritas, Gubernur Ahmad Luthfi Janjikan Perbaikan Maksimal September 2026
santri di era digital
Pesantren di Era Digital: Menjaga Akar Peradaban di Tengah Arus Perubahan Zaman
Siaga Hadapi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Simulasi Tumpahan Minyak dan Evakuasi Korban di IT Semarang
Siaga Hadapi Kondisi Darurat, Pertamina Gelar Simulasi Tumpahan Minyak dan Evakuasi Korban di IT Semarang
Ribuan pencari kerja, mayoritas lulusan baru, memadati Job Fair 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 26 perusahaan membuka 6.969 lowongan kerja dari berbagai sektor, sementara para peserta mengeluhkan syarat pengalaman kerja yang masih menjadi kendala utama bagi fresh graduate dalam memasuki dunia kerja.
Lulusan S1 Berburu Kerja di Job Fair, Terhambat Persyaratan Pengalaman

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Kabupaten Semarang, melepas 341 lulusan Madrasah Aliyah pada Sabtu (6/6/2026). Mayoritas santri meraih predikat mumtaz dan puluhan di antaranya menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Dari sekitar 1.600 pendaftar tahun ajaran baru, pesantren hanya menerima sekitar 550 calon santri sebagai upaya menjaga kualitas pendidikan akademik dan keislaman.
Ribuan Mendaftar, Hanya Sepertiga Diterima: Al Irsyad Tengaran Komit Cetak Santri Berprestasi
Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Kabupaten Semarang, melepas 341 lulusan Madrasah Aliyah pada Sabtu (6/6/2026). Mayoritas santri meraih predikat mumtaz dan puluhan di antaranya menuntaskan hafalan 30...
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP...
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Semarang
Di Tengah Kenaikan Harga Komoditas Hortikultura, Inflasi Jawa Tengah Masih dalam Rentang Sasaran 2,5±1%
Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,23 persen secara bulanan pada Mei 2026 setelah sebelumnya mencatat deflasi. Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, hingga telepon...
06 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 12.00–14
06 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 12.00–14.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Sabtu, 06 Juni 2026 pukul 12.00–14.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 1 meter....
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 6 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara di Semarang berkisar 25–34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–85 persen, sementara hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di kawasan pegunungan tengah, Pantura barat, dan Jawa Tengah bagian barat pada sore hingga awal malam.
06 Juni 2026: BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan Dominasi Semarang dan Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 6 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara...
Muat Lebih

POPULER

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, resmi membuka pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Selasa (2/6/2026). Pembukaan SPMB menandai dimulainya persaingan ribuan calon siswa untuk masuk sekolah favorit melalui proses seleksi yang berlangsung secara daring pada 2–4 Juni 2026 dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Pembukaan SPMB di Salatiga, 2.500 Siswa Bersaing Rebut Sekolah Bergengsi
Siswi SD Negeri Salatiga 06, Kiandra Isna Aisha Anindhita, mencatat prestasi gemilang dengan meraih nilai sempurna pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Capaian tersebut mengantarkan Kiandra menjadi peraih nilai rata-rata tertinggi tingkat sekolah dasar di Kota Salatiga, sekaligus menunjukkan kualitas pendidikan dasar yang terus berkembang melalui kerja keras siswa, dukungan keluarga, dan sekolah.
Kiandra, Siswi SDN 06 Salatiga Raih Nilai Sempurna dalam TKA 2026

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved