RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

At-Tin Hospital Bawen Mulai Beroperasi, Siap Dukung Layanan Kesehatan di Kabupaten Semarang

At-Tin Hospital Bawen Mulai Beroperasi, Siap Dukung Layanan Kesehatan di Kabupaten Semarang

At-Tin Hospital Bawen Mulai Beroperasi, Siap Dukung Layanan Kesehatan di Kabupaten Semarang

At-Tin Hospital Bawen, rumah sakit baru di Kabupaten Semarang, berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Fasilitas pendukungnya meliputi ruang IGD, CT scan, radiologi, USG, NICU, PICU, dan ruang operasi. Pada tahap awal operasional, rumah sakit ini menyediakan 100 tempat tidur untuk melayani masyarakat dengan dukungan tenaga medis yang berkualitas.
(Foto/win)
Bupati Semarang Ngesti Nugraha meninjau ruangan CT scan di At-Tin Hospital Bawen usai peresmian pada Sabtu (18/3/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Satu fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dibangun di Kabupaten Semarang. Terletak di jalur utama Solo-Semarang, At-Tin Hospital Bawen berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Semarang dan sekitarnya.

Ditemui usai kegiatan peresmian, pemilik At-Tin Hospital Bawen Sriyatin mengungkapkan beragam fasilitas pendukung mulai dari ruang IGD, CT scan, radiologi, USG, NICU, PICU, dan ruang operasi dimiliki oleh rumah sakit yang baru saja diresmikan pada Sabtu (18/3/2023) lalu.

“Insyaallah Senin (20/3/2023) sudah resmi beroperasi,” ujarnya.

Dijelaskan Sriyatin, pada tahap awal operasional ini pihaknya menyediakan 100 bed untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Jumlah itu masih akan bertambah karena masih banyak area yang akan dibangun dan dimaksimalkan.

“Tentunya kami berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan dukungan para tenaga medis yang kami miliki,” ungkapnya.

Ditanya soal persiapan ramadan hingga lebaran nanti, Sriyatin menambahkan pihaknya siap mendukung penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Terutama dukungan saat sudah mulai arus mudik dan lebaran nanti,” bebernya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha sangat mengapresiasi atas berdirinya At-Tin Hospital Bawen ini. Menurutnya dengan rasio penduduk Kabupaten Semarang yang mencapai lebih dari 1 juta jiwa saat ini, hal ini sangat membantu masyarakat yang ingin berobat dan memperoleh layanan kesehatan.

“Sehingga masyarakat yang sakit atau ingin berkonsultasi terkait penyakitnya bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan ini,” jelasnya.

Ngesti menyebut, saat ini baru ada 7 rumah sakit di Kabupaten Semarang, itupun lokasinya dekat dengan pusat kota. Untuk wilayah bagian selatan seperti Tengaran, Susukan, Suruh, dan Getasan belum ada, adanya di Salatiga.

“Maka dengan hadirnya rumah sakit ini, pelayanan kepada masyarakat bisa semakin dekat. Kami juga meminta kepada rumah sakit swasta dan milik Pemkab Semarang bisa bersinergi dan mendukung dengan tujuan yang sama yaitu melayani masyarakat,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan peresmian ini dilaksanakan pula bakti sosial berupa pemberian 130 paket gizi beserta uang tunai masing-masing sebesar Rp 250ribu untuk penanganan stunting, kemudian 70 kursi roda, tongkat, dan kruk bagi penyandang disabilitas beserta uang tunai sebesar Rp 500ribu. (win)

BACA JUGA :

PMI Kabupaten Semarang menargetkan penggalangan Bulan Dana 2026 mencapai Rp1,75 miliar, naik sekitar Rp400 juta dari capaian tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Panitia akan menerapkan strategi kreatif agar penggalangan dana tidak membebani masyarakat, dengan melibatkan ASN, perusahaan, dan masyarakat umum.
Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani