URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Prosesi Dugderan di Semarang pada tahun 2023 sangat meriah dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara dimulai dengan upacara dan dilanjutkan dengan kirab budaya. Ribuan masyarakat menyaksikan tradisi Dugderan di sepanjang Jalan Pemuda hingga alun-alun.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wali Kota Semarang diarak dengan Kereta Kencana dalam Prosesi Dugderan

Wali Kota Semarang diarak dengan Kereta Kencana dalam Prosesi Dugderan

Wali Kota Semarang diarak dengan Kereta Kencana dalam Prosesi Dugderan

Tangkapan Layar Youtube Semarang Pemkot
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat diarak menggunakan kereta kencana menuju Masjid Agung Semarang.
featured-img

Prosesi Dugderan di Semarang pada tahun 2023 menjadi sorotan karena meriah dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara dimulai dengan upacara dan dilanjutkan dengan kirab budaya.

Pasukan kirab berjalan dari Balai Kota Semarang menuju Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, diarak menggunakan kereta kencana menuju Masjid Agung Semarang, diikuti oleh pasukan para pejabat Pemerintah Kota Semarang dan Forkopimda Kota Semarang.

Ribuan masyarakat berjejer di sepanjang Jalan Pemuda hingga alun-alun menyaksikan tradisi Dugderan. Mereka dapat menyaksikan pembacaan holaqoh dari para ulama Masjid Agung Semarang dan pemukulan bedug yang menandakan datangnya Ramadan.

“Tadi sudah diumumkan sebentar lagi Ramadan 1444 H. Ini merupakan kebanggan luar biasa karena acara dikembalikan lagi seperti masa dulu,” jelas mbak Ita, sapaannya, usai membacakan holaqoh di Alun-Alun Semarang, Selasa (21/3/2023).

Tak hanya itu, tokoh-tokoh dari kawasan Semarang Lama juga turut hadir dan menabuh bedug. Menariknya, ada 10 ribu roti ganjel rel yang dibagikan kepada masyarakat yang menyaksikan Dugderan. Roti tersebut merupakan simbol akulturasi budaya yang berlangsung sejak dulu kala dan diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus dilestarikan.

“Kami bagikan roti ganjel rel. Kami juga mengundang berbagai ras suku di kawasan Semarang Lama. Ada dari Pecinan, Arab, Melayu, Jawa,” terang mbak Ita.

Menurut Wali Kota Semarang, acara Dugderan tahun ini sangat spesial karena dapat dikembalikan seperti masa lalu. Ia berharap acara Dugderan selanjutnya dapat lebih baik dan terus menjadi kegiatan di Kawasan Semarang Lama.

Prosesi Kirab Budaya Dugder Semarang 2023

Kepala Kantor Masjid Agung Semarang, Muhaimin, menambahkan bahwa selain pembagian roti ganjel rel, Masjid Agung Semarang juga membagikan air khataman Al Quran, yang memiliki filosofi untuk memperbanyak bacaan Alquran saat Ramadan.

“Itu filosofinya masuk Ramadan jangan ada yang ganjel dan harus rela atau legowo,” ucap Muhaimin.

BACA JUGA :

Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga