URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penghargaan Top 5 Pelayanan Publik diraih oleh Pemerintah Kota Semarang melalui inovasi program SIRINDU. Program ini diciptakan oleh Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro untuk meningkatkan pelayanan ICU bagi keluarga pasien dengan memberikan informasi terkini melalui pesan otomatis dan aplikasi SIRINDU yang terintegrasi dengan program sistem informasi RS.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemerintah Kota Semarang Raih Penghargaan Top 5 Pelayanan Publik Melalui Program Inovatif SIRINDU

Pemerintah Kota Semarang Raih Penghargaan Top 5 Pelayanan Publik Melalui Program Inovatif SIRINDU

Pemerintah Kota Semarang Raih Penghargaan Top 5 Pelayanan Publik Melalui Program Inovatif SIRINDU

Penghargaan Top 5 Pelayanan Publik diraih oleh Pemerintah Kota Semarang melalui inovasi program SIRINDU. Program ini diciptakan oleh Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro untuk meningkatkan pelayanan ICU bagi keluarga pasien dengan memberikan informasi terkini melalui pesan otomatis dan aplikasi SIRINDU yang terintegrasi dengan program sistem informasi RS.
Pemkot Semarang
Penyerahan penhargaan di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Kamis (30/3/2023).
featured-img

Pemerintah Kota Semarang telah meraih penghargaan Top 5 Pelayanan Publik di tingkat Provinsi Jawa Tengah, melalui inovasi program “SIRINDU” yang dikembangkan oleh Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro.

Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima penghargaan ini secara langsung di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Kamis (30/3/2023), bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Anas, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Menurut Hevearita G Rahayu, aplikasi SIRINDU merupakan salah satu inovasi yang diwujudkan dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan arahan Menpan RB.

Aplikasi ini merupakan sistem informasi harian terpadu yang memungkinkan keluarga pasien untuk mendapatkan informasi kondisi terkini pasien di ruang perawatan intensif melalui pesan otomatis WhatsApp dan aplikasi SIRINDU yang terintegrasi dengan program sistem informasi RS.

“SIRINDU merupakan salah satu komitmen mewujudkan inovasi sebagaimana arahan Menpan RB. Kami berupaya menyederhanakan inovasi untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” terang Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu.

“Selamat kepada Direktur RSWN beserta jajaran yang terus berinovasi dan setiap tahunnya selalu mendapat penghargaan. Berbagai inovasi di RSWN Kota Semarang ini akan dikolaborasikan dengan pelayanan publik lain di Pemkot Semarang,” lanjut Ita.

Aplikasi ini diharapkan dapat mengurangi kecemasan keluarga pasien yang tidak dapat menunggui langsung pasien dengan perawatan khusus dan intensif, serta meningkatkan indeks kepuasan pelanggan dan mengurangi beban kerja petugas atau perawat.

Selain itu, Hevearita G Rahayu menekankan bahwa inovasi tidak harus banyak, tetapi harus terintegrasi dan mengutamakan sinergi serta kolaborasi antar OPD.

Keberadaan aplikasi SIRINDU ini merupakan bukti dari komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan publik.

Menpan RB, Azwar Anas, juga menuturkan bahwa kompetisi inovasi pelayanan publik dapat menjadi pelajaran dalam menumbuhkan ekosistem inovasi daerah dan merupakan wujud kearifan lokal dalam menjalankan program prioritas pemerintah.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon