KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mohon Kelancaran PSAJ, SMPN 1 Bandungan Ketuk Pintu Langit Lewat Istighotsah

Mohon Kelancaran PSAJ, SMPN 1 Bandungan Ketuk Pintu Langit Lewat Istighotsah

Mohon Kelancaran PSAJ, SMPN 1 Bandungan Ketuk Pintu Langit Lewat Istighotsah

Lantunan dzikir dan doa bersama dilaksanakan di SMPN 1 Bandungan, Kabupaten Semarang untuk memohon kelancaran dan kesuksesan dalam Pelaksanaan Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Kelas IX Tahun Ajaran 2023. Kegiatan spiritual ini bertujuan membangun karakter peserta didik dan meningkatkan prestasi akademik.
(Foto/ IST)
Murid kelas IX SMPN 1 Bandungan tampak menangis saat meminta maaf dan restu kepada orang tuanya sebelum pelaksanaan PSAJ Tahun Ajaran 2023, Jumat (5/5/2023).

[@]Lantunan dzikir menggema di lingkungan SMPN 1 Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (5/5/2023) pagi. Ratusan pelajar, tenaga pendidik, dan seluruh wali murid kelas IX larut dalam untaian doa yang dilaksanakan dalam rangka memohon kelancaran pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Kelas IX Tahun Ajaran 2023.

Dijelaskan oleh Kepala SMPN 1 Bandungan Asih Susatyo, istighotsah dan doa bersama ini dilaksanakan atas inisiasi pihak sekolah dengan jemaah Al Khidmah Kabupaten Semarang.

“Ini merupakan salah satu langkah spiritual kami untuk mengetuk pintu langit, memohon ridho Allah SWT agar diberi kelancaran dan kesuksesan dalam pelaksanaan PSAJ,” ujarnya ditemui usai kegiatan, Jumat (5/5/2023).

Asih menekankan pendidikan karakter, terlebih berkaitan dengan adab dan akhlak seluruh warga sekolah. Diharapkan, kegiatan ini dapat membangun karakter peserta didik terutama saat menghadapi ujian.

“Pentingnya sikap jujur saat pelaksanaan PSAJ merupakan ikhtiar, sementara hasilnya nanti harus bertawakal. Harapannya semua peserta didik dapat mengikuti dan diberikan kesuksesan,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga mendoakan agar seluruh murid SMPN 1 Bandungan, khususnya kelas IX yang akan menghadapi ujian diberikan hasil yang baik, sesuai dengan harapan para guru pendidik, serta wali murid.

“Semoga SMPN 1 Bandungan juga mendapatkan berkah, menjadi sekolah yang semakin terdepan dan maju dalam bidang akademik, serta mencetak siswa-siswi yang saleh dan salehah bagi nusa, bangsa dan agama,” tandasnya.

Sementara, usai kegiatan seluruh murid tampak menangis haru saat diminta untuk memohon maaf dan restu kepada orang tuanya masing-masing. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]