URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, teringat kenangan masa mudanya saat mendengar rencana aktivasi Stasiun Purworejo. Stasiun tersebut mengingatkannya pada saat dia menjadi tukang ojek. Bersama dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Ganjar melakukan kunjungan ke Stasiun Purworejo setelah menghadiri acara groundbreaking Terminal Bus Baru Tipe A di Purworejo.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Reaktivasi Stasiun Purworejo: Menghidupkan Kembali Warisan Sejarah Transportasi

Reaktivasi Stasiun Purworejo: Menghidupkan Kembali Warisan Sejarah Transportasi

Reaktivasi Stasiun Purworejo: Menghidupkan Kembali Warisan Sejarah Transportasi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, teringat kenangan masa mudanya saat mendengar rencana aktivasi Stasiun Purworejo. Stasiun tersebut mengingatkannya pada saat dia menjadi tukang ojek. Bersama dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Ganjar melakukan kunjungan ke Stasiun Purworejo setelah menghadiri acara groundbreaking Terminal Bus Baru Tipe A di Purworejo.
Foto:/Dok.Pemrov Jateng
featured-img

Mendengar rencana aktivasi Stasiun Purworejo, mendadak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo teringat kenangan masa lalu. Stasiun itu mengingatkan Ganjar pada masa mudanya, saat menjadi tukang ojek.

Usai mendampingi Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi melakukan ground breaking Terminal Bus Baru Tipe A di Purworejo, Ganjar dan Menhub bertolak menuju Stasiun Purworejo yang berjarak sekitar 6,5 kilometer.

Keduanya langsung melihat kondisi bangunan stasiun yang berdiri di Jalan Mayjend Sutoyo tersebut. Stasiun tersebut dibangun pada masa pemerintahan Belanda, untuk menghubungkan Purworejo-Kutoarjo yang berjarak kurang lebih 11 kilometer.

Dilansir dari situs resmi KAI, stasiun tersebut mulai aktif digunakan masyarakat sejak 1901. Kemudian berhenti beroperasi pada 2010 lalu. Menhub Budi Karya sudah kali kedua meninjau Stasiun Purworejo.

“Pak Ganjar sangat cerdas, waktu diskusi ini (angkutan massal) terus Purworejo stasiunnya bagaimana. Ternyata (stasiunnya) bagus banget, kecil tapi punya bangunan yang bagus. Jadi kita sesuai dengan petunjuk Pak Presiden, angkutan massal (kereta) dari Kota Jakarta ke Purworejo nanti bisa langsung,” kata Menhub dalam sambutannya, Minggu (21/5/2023).

Menhub berharap, dibangunnya dua fasilitas transportasi, yakni terminal baru dan reaktivasi Stasiun Purworejo, bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya yakin dengan dua fasilitas ini, Purworejo makin hebat. Semoga apa yang kami laksanakan ini direstui Allah,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan rencana aktivasi Stasiun Purworejo telah membangkitkan memori masa mudanya. Yakni ketika, dia menjadi tukang ojek.

“Ini kita di (stasiun) Kutoarjo. Rumah orang tua saya ada di depan itu,“ ucap Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode itu menuturkan, dulu saat dirinya masih duduk di bangku SMA, perjalanan kereta api berhenti di Stasiun Kutoarjo. Saat itu, banyak anak muda yang menawarkan jasa ojek kepada penumpang kereta api.

“Jadi kalau kereta dulu berhentinya hanya di sini tidak terus ke Purworejo. Maka orang yang mau turun di Purworejo itu dulu berhenti di sini, di depan stasiun ini kita ngojek,” ujarnya.

Ganjar pun teringat ketika harus bersaing dengan tukang ojek yang lebih dulu mangkal di pintu keluar stasiun. Dia harus mengalah, menunggu penumpang di lokasi yang jaraknya sedikit lebih jauh dari pintu keluar stasiun.

“Kita ngalah, pas di gang pintu masuk sana. Jadi di sana kita bawa sepeda motor nanti (teriak) ojek, ojek, ojek. Waktu itu SMA, SMP kan belum berani. Jadi SMA liburan, apalagi lebaran, ya itu (ngojek),” katanya.

Ganjar berharap, reaktivasi tersebut dapat menjadi titik balik penataan transportasi di wilayah Purworejo.

“Reaktivasi stasiun itu menarik. Heritage-nya bagus, penataannya akan jauh lebih bagus. Tidak hanya untuk penataan sistem transportasi, tapi kita ada public space yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Ganjar.

Usai melihat kondisi Stasiun Purworejo dan Stasiun Kutoarjo, Ganjar beserta Menhub Budi dan rombongan kemudian naik Kereta Lori dari Stasiun Kutoarjo untuk menengok rel yang mengarah ke Stasiun Purworejo. (Humas Jateng)

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi