KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Diduga Alami Rem Blong, Mobil ELF asal Purworejo Terguling di Salip Putih, Belasan Santri Terluka

Diduga Alami Rem Blong, Mobil ELF asal Purworejo Terguling di Salip Putih, Belasan Santri Terluka

Diduga Alami Rem Blong, Mobil ELF asal Purworejo Terguling di Salip Putih, Belasan Santri Terluka

Mobil elf nahas pembawa rombongan santri yang alami laka di Salip Putih

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Musibah Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) tepatnya di turunan Salib Putih, Selasa (24/10) sekitar pukul 10.20 WIB. Sebuah mini bus jenis Elf bernopol K 7806 QC diduga mengalami rem blong hingga menabrak gason dan pulau jalan sampai terguling. Belasan santri dari Ponpes Al Iman Purworejo tersebut mengalami luka-luka.

Menurut pengakuan Ahmad Muzaki (21) pengemudi elf mengatakan, kendaraannya mengangkut 20-an santri rombongan dari Purworejo dengan tujuan Demak. “ Ketika berangkat kondisi kendaraan baik-baik saja, rem juga berfungsi dengan baik,” kata Zaki saat ditemui di lokasi kejadian.

Namun ketika sampai di turunan Salib Putih, Zaki merasakan remnya mengalami gangguan karena tidak berfungsi dengan baik. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dengan pengendara lain, Zaki pun mencoba untuk membunyikan klakson agar kendaraan lain menyingkir.

Setiba di perempatan Salib Putih, ia sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan hingga akhirnya menabrak gason di tengah jalan dan juga menabrak pulau jalan. Mini bus berwarna hijau itu pun langsung terguling ke tengah jalan dan mengalami kerusakan di bagian body depan dan samping.

Pantauan rasikafm.com dilokasi, sekitar 20-an santri yang menjadi penumpang mengalami luka-luka, baik luka serius hingga berdarah maupun hanya lecet-lecet saja. Kecelakaan di jalur ramai ini pun mengundang warga dan para pengguna jalan untuk memberikan pertolongan.

Salah seorang santri Yusuf (16) mengaku selama perjalanan baik-baik saja dengan kendaraan yang ditumpangi,namun ia ikut panik ketika sampai turunan Salib Putih, kendaraan meluncur tak terkendali hingga akhirnya terguling. “ Kendaraan dari atas ( Kopeng), rem blong, terus menabrak,” kata Yusuf yang mengalami luka lecet di tangan ini. Dikatakan Yusuf, rombongan rencananya akan berziarah ke Demak.

Para korban kemudian dilarikan dengan menggunakan mobil ambulance ke RSU Salatiga untuk mendapatkan perawatan. Kasus kecelakaan tunggal ini masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Salatiga.

Terpisah Kanit laka Polres Salatiga Ipda Loeky menyebut Jumlah pemumpang dalam mobil ada 20 orang. Dengan rincian Luka ringan rawat inap 2, Lecet 7 orang, tdk luka 11 orang.

“Polres Salatiga tak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh pengemudi kendaraan bermotor untuk selalu melakukan pengecekan kendaraan secara rutin dan berkala untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Selalu hati-hati dalam berkendara, patuhi aturan lalu lintas dan patuhi aturan batas kecepatan” tambah kasi humas Polres Iptu Henri Widyohriani dalam siaran persnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]