URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Setelah Gunung Merbabu dilanda kebakaran hebat pada Jumat-Senin (27-30/10/2023), komunitas di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang bersatu untuk pulihkan daerah yang terkena dampak. Puluhan komunitas melakukan penanaman 1.250 bibit pohon di Bukit Tengsek, Tiamo Sokowolu Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, pada Minggu (3/11/2023).
Setelah Gunung Merbabu dilanda kebakaran hebat pada tanggal 27 hingga 30 oktober 2023, komunitas di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang bersatu untuk pulihkan daerah yang terdampak.Puluhan komunitas melakukan penanaman 1.250 bibit pohon di Bukit Tengsek Tiamo Sokowolu Desa-Tajuk-Kecamatan-Getasan-Kabupaten-Semarang pada Minggu (3/11/2023).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pasca Kebakaran, Komunitas Bersatu Pulihkan Merbabu, 1.250 Bibit Pohon Ditanam di Bukit Tengsek

Pasca Kebakaran, Komunitas Bersatu Pulihkan Merbabu, 1.250 Bibit Pohon Ditanam di Bukit Tengsek

Pasca Kebakaran, Komunitas Bersatu Pulihkan Merbabu, 1.250 Bibit Pohon Ditanam di Bukit Tengsek

Setelah Gunung Merbabu dilanda kebakaran hebat pada Jumat-Senin (27-30/10/2023), komunitas di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang bersatu untuk pulihkan daerah yang terkena dampak. Puluhan komunitas melakukan penanaman 1.250 bibit pohon di Bukit Tengsek, Tiamo Sokowolu Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, pada Minggu (3/11/2023).
Foto dok IST
Gabungan puluhan komunitas di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, saat penanaman pohon di area Bukit Tengsek yang berada di kawasan Tiamo Sokowolu Desa Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Minggu (3/11/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | GETASAN – Musibah Kebakaran hebat yang melanda Gunung Merbabu pada Jumat-Senin (27-30/10/2023). Total lahan terbakar seluas 848,5 hektare, dengan yang terluas wilayah Kabupaten Semarang, total 489,8 hektare. Sementara di wilayah Kabupaten Boyolali yang terbakar total 191,7 hektare dan Kabupaten Magelang mencapai 167 hektare.

Kebakaran itu tak hanya menghanguskan pohon dan vegetasi, menghancurkan 16.000 meter pipa irigasi, tapi juga mengancam ‘gentong penyangga’ ketersediaan air. Tak hanya untuk warga dan permukiman di kawasan Gunung Merbabu, tapi juga daerah di bawahnya seperti Kota Salatiga.

Selain langkah penyelamatan darurat, seluruh elemen juga bertindak cepat untuk kembali mengisi ‘gentong’ tersebut. Gabungan puluhan komunitas di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, melakukan penanaman pohon di area Bukit Tengsek yang berada di kawasan Tiamo Sokowolu Desa Tajuk Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Minggu (3/11/2023).

Koordinator Lapangan, Wulandari Soemarjo, mengatakan tujuan utama penanaman ini untuk merapatkan kembali vegetasi di area Gunung Merbabu yang terbakar. “Untuk tahap awal ini, ada 1.250 bibit pohon yang ditanam. Ini akan dilakukan terus dan berkelanjutan,” ujarnya.

Komunitas dan individu yang terlibat acara bertajuk Srawung Nyengkuyung Jogo Gunung ini tak hanya diajak untuk menanam. Pada Sabtu (2/11/2023) mereka dipersilakan untuk nge-camp merasakan hawa pegunungan dan juga menjadi peserta diskusi.

“Saling tukar pikiran, karena ini untuk menjaga konservasi di Merbabu terus bergerak, sehingga
di masa yang akan datang anak cucu kita dapat menelisik kembali perjalanan panjang ini dalam menjaga kelestarian alam,” kata Wulan.

“Tujuan besarnya adalah agar akar pohon yang menjaga tanah Merbabu tak bergeser dan bergerak oleh gerusan Air. Selain itu juga menyediakan oksigen dan udara bersih, keragaman hayati berlimpah, air berkecukupan, dan juga tempat habitat gembira bagi satwa dan makhluk lain,” paparnya.

Sementara Abidin, Ketua Kelompok Tani Sun Lantana Sokowolu Desa Tajuk mengatakan, penanaman kembali di lereng Merbabu ini adalah kewajiban bersama. “Kebutuhan air di Salatiga secara geologi disuplai oleh daerah utara Gunung Merbabu. Melalui resapan air tanah yang bergerak ke bawah menuju mata Air Senjoyo dan sekitarnya,” paparnya.

Komunitas yang terlibat dalam acara Srawung Nyengkuyung Jogo Gunung di antaranya Latar Kalitan, Sun Lantana, Soramata, Jamaah Koberiyah, Tiamo Nature, Omah Owah, Kalangan Kultura Media, Ketapang, dan Salatiga Boot Bois.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara