KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Rumahnya Digeruduk Nasabah, Nicholas Bos Koperasi BLN Menghilang

Rumahnya Digeruduk Nasabah, Nicholas Bos Koperasi BLN Menghilang

Rumahnya Digeruduk Nasabah, Nicholas Bos Koperasi BLN Menghilang

Nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) terus berjuang mendapatkan kembali dana investasi mereka dengan mendatangi rumah bos BLN, Nicholas Nyoto Prasetyo, di Jalan Merdeka Selatan 54, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, pada Rabu (25/6/2025), setelah sebelumnya melaporkan kasus ini ke kepolisian.
Foto dok IST
Rumah mewahnya kosong. Nasabah gagal bertemu bos Koperasi Bahana Lintas Nusantara Nicholas Nyoto Prasetyo.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Upaya nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) untuk mendapatkan kembali uangnya pantang menyerah. Mereka terus berupaya agar investasi senilai puluhan juta hingga miliaran rupiah di BLN segera dikembalikan.

Tidak hanya menempuh jalur hukum dengan melapor ke kepolisian.Para nasabah juga menggeruduk rumah mewah Nicholas Nyoto Prasetyo, bos Koperasi Bahana Lintas Nusantara yang berada di Jalan Merdeka Selatan 54, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.[custom-related-posts title=”Kabar terkait :” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Rabu (25/6/2025).

Sekitar 40-an orang datang dan langsung menggedor pintu gerbang rumah Nicholas. Tak hanya puas di depan, mereka juga nekat masuk lewat pintu belakang yang ternyata juga difungsikan sebagai kantor BLN.

Aksi massa ini dipicu kekecewaan mendalam karena dana yang mereka setor sebagai penyertaan modal belum juga kembali. Bahkan sebelumnya, para nasabah yang merasa jadi korban juga menyambangi Pengadilan Negeri Salatiga. Mereka kecewa karena tidak termasuk dalam gugatan class action yang sudah lebih dulu diajukan nasabah lain.

Widi, salah satu korban asal Wonosobo, mengaku sudah terlibat dalam koperasi itu sejak 2023 dengan menyetorkan dana nyaris Rp 400 juta.

“Saya ikut dari tahun 2023 dengan menyertakan modal hampir Rp 400 juta. Saya belum dapat keuntungan, modal aja tidak balik. Makanya datang ke sini (rumah Nicholas),” ungkap Widi dengan nada sedih

Menurutnya, sistem yang dijanjikan koperasi BLN adalah pengembalian modal di tahun pertama, lalu keuntungan di tahun kedua. Namun sejak Maret 2025, program andalan mereka yang disebut “Si Pintar” macet total.

“Katanya (dari koperasi) bilang akan kembali normal dalam waktu dua bulan. Namun sampai sekarang belum juga ada kejelasan,” tambahnya kesal.

Widi juga menceritakan bahwa setelah macetnya program Si Pintar, muncul kebijakan untuk memindahkan dana ke program baru bernama “Si Jangkung”. Namun, ia menilai langkah tersebut tak masuk akal.

“Karena ini (perubahan) sudah tidak beres. Saya sudah optimis mau keluar,” tegasnya.

Lebih mengejutkan lagi, Widi menyebut jumlah korban dari Wonosobo saja mencapai 60 orang, dengan total kerugian ditaksir sekitar Rp 5 miliar.

“Saya minta uang saya dikembalikan. Karena sebelum kenal BLN saya sudah adem ayem. Apalagi ini juga uang tabungan. Perpindahan program ke Si Jangkung juga sebagian tidak berjalan,” bebernya.

Ketegangan sempat terjadi saat aksi berlangsung. Namun akhirnya, para nasabah diterima oleh kuasa hukum koperasi BLN. Kedua pihak sepakat untuk melakukan audiensi lanjutan di Kantor Hukum Mohammad Sofyan. Hingga pukul 12.00 WIB, proses mediasi masih terus berlangsung.

Drama belum usai, para nasabah berharap uang mereka kembali. Namun apakah janji itu akan ditepati, atau justru kembali jadi angin surga? Waktu yang akan menjawab

Senada, Aris Carmadi, juru bicara nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara mengatakan, ada 8 orang yang menggugat Koperasi Bahana Lintas Nusantara dengan gugatan perbuatan melawan hukum di PN Salatiga.

“Jadi kami menolak diatasnamakan sebagai bagian dari class action. Awalnya bilang gugatan itu class action, padahal hanya kepentingan 8 orang itu saja,” ungkap Aris.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Salatiga mengungkap dugaan perjudian sabung ayam di kawasan Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Minggu (1/11/2026). Polisi mengamankan enam orang, termasuk pria berinisial R (50) yang diduga menyediakan lahan sekaligus memperoleh uang meja dari aktivitas taruhan. Petugas turut menyita uang taruhan, dua ayam jago, dan sejumlah barang bukti lainnya.
Sediakan Tempat untuk Judi Sabung Ayam, Warga Salatiga Dicokok Polisi
Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]