KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ditinggal ke Sawah, Rumah Ahmad Yani Terbakar

Ditinggal ke Sawah, Rumah Ahmad Yani Terbakar

Ditinggal ke Sawah, Rumah Ahmad Yani Terbakar

Musibah kebakaran menimpa Ahmad Yani (58), seorang warga Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, ketika rumahnya dilalap api saat ditinggal bekerja menggarap sawah pada Senin (19/2/2024). Kejadian tersebut terjadi ketika korban meninggalkan rumah menuju sawah pada pukul 06.15 WIB, dengan rumah dalam keadaan kosong karena anak bungsu korban sedang bersekolah dan istrinya sudah berangkat kerja.
Foto: Humas Polres Semarang
Rumah seorang warga Pabelan terbakar diduga akibat korsleting listrik saat ditinggal bekerja menggarap sawah, Senin (19/2/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Musibah kebakaran menimpa Ahmad Yani (58), seorang warga Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Rumah miliknya dilalap api saat ditinggal bekerja menggarap sawah, Senin (19/2/2024).

Peristiwa itu berawal saat korban meninggalkan rumah menuju sawah miliknya pada pukul 06.15 WIB. Saat itu rumah dalam keadaan kosong karena anak bungsu korban sedang ada di sekolah, sementara istrinya sudah berangkat kerja.

“Sekitar pukul 09.00 WIB korban diberitahu oleh salah seorang tetangga bahwa rumahnya sudah terbakar,” kata Kapolsek Pabelan AKP Aris Munadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2/2024).

Mengetahui hal itu, korban bersama salah seorang rekannya bergegas kembali ke rumah. Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Salatiga yang datang ke lokasi segera berusaha memadamkan api. Dengan dibantu warga, sekitar pukul 09.45 WIB api berhasil dijinakkan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini sedang dalam penanganan pihak Polsek Pabelan,” ungkapnya.

Aris menambahkan, dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang timbul dari stop kontak televisi. Bagian rumah yang terbakar adalah atap dan sebagian kandang kambing. Adapun kambing milik korban berhasil dievakuasi saat proses pemadaman.

“Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” tandasnya. (win)

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama