URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Enam pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran, Bupati Semarang yang pertama, dijamaskan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang pada Kamis (7/3/2024), dalam rangka peringatan hari jadi ke-503 Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

HUT Ke-503 Kabupaten Semarang, Pusaka Peninggalan Ki Ageng Pandanaran II Dijamas 19 Air Suci

HUT Ke-503 Kabupaten Semarang, Pusaka Peninggalan Ki Ageng Pandanaran II Dijamas 19 Air Suci

HUT Ke-503 Kabupaten Semarang, Pusaka Peninggalan Ki Ageng Pandanaran II Dijamas 19 Air Suci

Pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran II dijamas menggunakan Tirta Perwitasari dalam rangkaian HUT ke-503 Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (7/3/2024). Foto: win
Pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran II dijamas menggunakan Tirta Perwitasari dalam rangkaian HUT ke-503 Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (7/3/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak enam pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran selaku Bupati Semarang yang pertama dijamas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (7/3/2024). Keenam pusaka itu disucikan dalam acara peringatan hari jadi ke-503 Kabupaten Semarang.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut air yang digunakan untuk menjamas sebagai air suci atau Tirta Perwitasari. Air pertama diambil dari dari Dusun Karangkepoh, Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu, kemudian para warga melanjutkan mengambil air lain di seluruh kecamatan hingga terkumpul dan diserahkan ke pendopo.

“Tirta Perwitasari dipakai untuk jamasan pusaka, baik peninggalan Ki Ageng Pandanaran II, Bupati Semarang pertama, maupun pusaka-pusaka milik masyarakat juga dijamas secara bergantian,“ ungkap Ngesti.

Ngesti menjelaskan, pada peringatan HUT Kabupaten Semarang kali ini ada yang berbeda. Sebab, ada penyerahan 3.000 bibit pohon yang akan ditanam di lereng Gunung Merbabu. Pasalnya, belakangan ini sejumlah bencana terjadi, terutama banjir bandang yang melanda sejumlah permukiman yang ditengarai akibat tidak ada pepohonan di lereng Merbabu pascabencana kebakaran beberapa waktu lalu.

“Penanaman itu untuk mengatasi hutan yang gundul akibat kebakaran di lahan seluas sekitar 400 hektare di gunung tersebut beberapa waktu lalu. Kondisi saat ini begitu hujan, di wilayah Desa Tajuk, Desa Batur, karena hutannya gundul sehingga batu-batunya turun ke sungai hingga jembatan-jembatan roboh,” sambungnya.

Sementara MA Sutikno Diprojo selaku penjamas pusaka menerangkan, prosesi jamasan pusaka ini sangat luar biasa karena mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat yang antusias terhadap nilai-nilai budaya, terutama simbol-simbol yang adiluhung.

“Pusaka itu adalah ageman para leluhur yang diwariskan kepada generasi sekarang. Itu harus dipahami apa maknanya dan harus diterapkan dalam perilaku sehari-hari,” jelasnya.

Dijelaskan Sutikno, enam pusaka yang dijamas terdiri dari satu tombak tetunggul Semar Tinandhu yang didampingi dua trisula, serta sisanya adalah keris dengan luk tujuh. Semuanya asli peninggalan Ki Ageng Pandanaran II dari era kerajaan Padjajaran sampai dengan Majapahit.

“Jamasan ini merupakan simbol pembersihan diri agar perilaku kita senantiasa mendatangkan keberkahan. Selain itu juga untuk nguri-uri kabudhayan, di mana pusaka ini merupakan peninggalan Bupati Semarang yang pertama,” bebernya. (win)

BACA JUGA :

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'