RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pertama Kali! Festival Lampion Gedongsongo Pikat Ribuan Pengunjung

Pertama Kali! Festival Lampion Gedongsongo Pikat Ribuan Pengunjung

Pertama Kali! Festival Lampion Gedongsongo Pikat Ribuan Pengunjung

The Lampion Festival yang digelar di Candi Gedongsongo mampu memikat ribuan pengunjung, Rabu (28/8/2024) malam. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Pariwisata (Disparta) menyelenggarakan Festival Gedongsongo, Rabu-Kamis (28-29/8/2024). Kegiatan ini terdiri dari Gedongsongo Travelmart dan The Lampion Festival dengan mengusung tema ‘New Spirit of Gedongsongo’.

Menariknya, The Lampion Festival ini baru kali pertama digelar di Kabupaten Semarang, sehingga menjadi magnet tersendiri dan mampu menyedot antusiasme ribuan pengunjung. Tak kurang dari 1.500 lampion ‘diterbangkan’ dan tampak menghiasi langit di kawasan DTW Candi Gedongsongo.

Kepala Disparta Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati mengatakan, Festival Gedongsongo bertujuan untuk semakin mengenalkan Daya Tarik Wisata (DTW) di Bumi Serasi.

“Kebetulan The Lampion Festival ini baru pertama kali dan berkaitan dengan Gedongsongo Travelmart, buyernya ada di sini. Ini lho Kabupaten Semarang, ini lho wisatanya. Tahun depan kita adakan lebih baik lagi,” kata Wiwin ditemui usai The Lampion Festival di DTW Candi Gedongsongo, Bandungan, Rabu (28/8/2024) malam.

Menurut Wiwin, festival lampion ini merupakan terobosan baru dari Disparta Kabupaten Semarang dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Memang harus terus berinovasi, salah satunya event seperti ini. Besok kita bikin lagi, bagaimana caranya agar masyarakat tertarik dan bisa datang ke lokasi wisata di Kabupaten Semarang,” urainya.

Sementara Wakil Bupati Semarang, Basari mengapresiasi Festival Gedongsongo kali ini. Meski ia mengaku sedikit panik karena festival lampion digelar di musim kemarau dan di tengah rimbunnya vegetasi.

“Tapi ternyata para relawan BPBD sudah siaga di beberapa titik yang diperkirakan lokasi jatuhnya lampion. Alhamdulillah tidak terjadi hal yang mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap event ini bisa menjadi agenda tahunan sehingga menambah daya tarik kunjungan ke Candi Gedongsongo.

“Kami berharap dengan hal ini bisa mempromosikan wisata bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang berbondong-bondong ke sini. Ini akan kita evaluasi, kalau bagus kita kembangkan lebih baik lagi,” bebernya.

Sinta (28), salah satu pengunjung asal Lampung mengaku terpukau dengan The Lampion Festival ini. Ia yang sebelumnya menghadiri festival lampion di Dieng Culture Festival merasakan pengalaman yang tidak jauh berbeda.

“Mirip dengan yang di Dieng, vibesnya juga luar biasa keren,” kata dia. (win)

BACA JUGA :

kecelakaan
Duka di Malam Sabtu, Pengendara Honda Beat alami Laka hingga Meninggal
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama