URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga akan menerapkan rekayasa arus lalu lintas dengan menjadikan Jalan Jenderal Sudirman satu arah, dari simpang 3 Reksa hingga simpang 3 Jalan Ahmad Yani, yang akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dinilai Sukses, Rekayasa Jalur Searah Jensud Salatiga akan dibuatkan SK Wali Kota

Dinilai Sukses, Rekayasa Jalur Searah Jensud Salatiga akan dibuatkan SK Wali Kota

Dinilai Sukses, Rekayasa Jalur Searah Jensud Salatiga akan dibuatkan SK Wali Kota

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga akan menerapkan rekayasa arus lalu lintas dengan menjadikan Jalan Jenderal Sudirman satu arah, dari simpang 3 Reksa hingga simpang 3 Jalan Ahmad Yani, yang akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Salatiga.
foto dok IST
Salah satu sudut di jalan Jendral Sudirman Salatiga setelah pemberlakuan satu arah
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dinas perhubungan (Dishub) Kota Salatiga akan meneruskan rekayasa arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya mulai simpang 3 Reksa hingga simpang 3 Jalan Ahmad Yani. Perubahan jalar di jalan tersebut menjadi satu arah akan ditetapkan dengan Surat Keputusan Wali Kota Salatiga.

Kepala Dishub Kota Salatiga Sri Satuti mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman. Hasilnya,
perubahan rekayasa lalu lintas yang di uji cobakan akan ditetapkan seterusnya.

“Dari hasil laporan uji coba di lapangan baik dari personil yang bertugas maupun dari pantauan drone menyebutkan bahwa kondisi jalan Jenderal Sudirman, Kali Pengging, Senjoyo dan Kalinyamat arus pada saat jam sibuk ruas jalan terpantau lancar,” terang Satuti.

Sementara titik kemacetan, yang menjadi fokus penangan adalah antar jemput sekolah, Jalan Semeru dan simpang Kalinyamat. “Untuk titik di simpang Toko Mas Gajah dan Sepanjang SD Kristen sudah terjadi kemacetan sebelum adanya perubahan rekayasa lalu lintas. Prioritas penanganan awal adalah melakukan manajemen pengaturan lalu lintas antar jemput. Dishub dan kepolisian sudah melaksanakan intervensi di lapangan. Selanjutnya akan dilakukan rapat dengan pihak sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, perubahan jalur menjadi satu arah di Jalan Jenderal Sudirman mendapat dukungan dari masyarakat. Alasannya satu arah akan membuat arus lalu lintas menjadi lebih lancar, tertib, dan ruas Jalan Jenderal Sudirman tidak semrawut.

“Kalau saya, sependapat dengan Dishub. Menurut saya, idealnya sepanjang Jalan Jenderal Sudirman mulai dari Bundaran Tamansari hingga Mrican dibuat satu arah. Sehingga jalan akan lebih tertata,” kata Andi (36) warga Mangunsari, Kecamatan Sidomukti.

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga